<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- fandywari_crosscol_AdSense1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-5060648429783245" data-ad-slot="7527793019" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Monday, 23 February 2015

FORMAL EDUCATION NOT ENOUGH FOR STUDENTS HIDAYATULLAH

Luqman education is not enough in my school, many other times also made in the process of learning in students. As well as middle and high school students they do not learn enough time school. Outside of school time they have to follow the regulations and belbagai praturan existing activities in Pesantren Hidayatullah Surabaya.
Hidayatullah not simply rely on general education, but education is religion most in utanamkan yourself every students.
"The activities of existing, is a series of processes including the formation of character in each students. Diman students must be able to physically meapun strong mental, it is necessary to invent a variety of spiritual activities and intelktual, which later they have religious knowledge established and ready to face the next life, "said Taufik as murobbi SMP
The activity-activity that is applied in the boarding school Hidayatullah between Other: Tahfidz, giving mufrodat, yellow book study, studying at night, exercise together etc.
Of a whole series of these activities is a process of equipping themselves to each students so that they become more useful and has a good attitude. (24-01-2015)

Thursday, 19 February 2015

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Komunikasi di manan-mana: di rumah, ketika anggota-anggota keluarga berbincang di meja makan; di kampus, ketika mahasiswa-mahasiswa mendiskusikan hasil tentamen; dikantor, ketika kepala seksi membagi tugas; di masjid, ketika mubalighberkhotbah, di DPR, ketika wakil-wakil rakyat memutuskan nasib bangsa , dan lain sebagainya. Komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan kita. Sebuah penelitan mengungkapkan bahwa 70% waktu bangun kita digunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi menentukan kualitas hidup kita.

Dengan komunikasi kita membentuk saling pengertian, menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang,menyebarkan pengetahuan, dan melestarikan peradaban. Akan tetapi, dengan komunikasi kita juga menyuburkan perpecahan, menghidupkan permusuhan, menanamkan kebencian, merintangi kemajuan, dan menghmbat pemikiran. Begitu penting, begitu meluas, dan begitu akrab komunikasi dengan diri kita sendiri sehingga kita semua merasa tidak perlu lagi mempelajari komunikasi.
Saya percaya kualitas hidup kita, hubungan kita dengan sesamadapat di tingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi yang kita lakukan. kita dapat mempelajari komunikasi, tetapin penghampiran psikologi adalah yang paling menarik. Psikologi menukik ke dalam proses yang mempengaruhi prilaku kitan dalam komunikasi, membuka “ topeng-topeng” kita, dan menjawab pertanyaan “ mengapa”. Psikologi melihat komunikasi sebagai prilaku manusiawi, menarik, da melibatkan siapa saja dan diman saja.
B.     Rumusan Masalah
a)      Apakah komunikasi antar pribadi itu ?
b)      Apa saja karakteristik komunokasi antar pribadi ?
c)      Apa tujuan dari komunikasi antar pribadi ?
d)     Apa factor yang mempengaruhui komunikasi antar pribadi ?
e)       Apa saja ciri-ciri komunikasi antarpribadi ?

BAB II
PEMBAHASAN
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
A.      Pengertian komunikasi Antarpribadi
Komunikasi pribadi ( personal comunicatiom ) adalh komunikasi seputar diri seseorang, baik dalam fungsinya sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Tatanan komunikasi ( setting of communication ) ini terdiri dari dua jenis, yakni komunikasi interpribadi dan komunikasi antar pribadi[1].
1)      Komunikasi interpribadi (Interpersonal communication)
Komunikasi interpribadi adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Orang itu berperan baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Dia berbicara kepada dirinya sendiri, dia berdialog dengan dirinya sendiri. Dia bertanya kepada dirinya dan menjawab oleh dirinya sendiri.
            Memang tidak salah kalau komunikasi interpribadi disebut melamun, tetapi jika melamun bisa mengenai segala hal misalnya melamun menjadi orang kaya dan lain sebagainya, komunikasi interpribadi berbicara dengan diri sendiri dan bertanya-jawab dengan diri sendiri dalam rangka berkomunikasi dengan orang lain, dan orang lain ini bisa satu orang, sekelompok orang, denga lain perkataan sebelum melakukan komunikasi sosial seseorang melakukan komunikasi interpribadi dahulu.
            Di saat kita sedang berbicara kepada diri sendiri, sedang melakukan perenungan, perencanaan, dan penilaian, pada diri kita terjadi proses neuro-fisiologis yang membentuk landasan bagi tanggapan motivasi.dan komunikasi kita dengan orang-orang atau factor-faktor lingkungan kita .
            Ronald L. Applbaum, et.al dalam bukunya “ fundamental consept in human communication “. (1973, 13). Mendefinisikan komunikasi interpribadi sebagai: “Komunikasi yang berlangsung di dalam diri kita; ia meliputi kegiatan bebicara kepada diri kita sendiri dan kediatan-kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan kita”[2].
             
           

2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal communication)
Komunikasi merupakan dasar dari seluruh interaksi antar manusia, karena tanpa kominikasi, interaksi manusia, baik secara program, kelompok, maupun organisasi tidak mungkin terjadi. Sebagian besar interaksi komunikasi antar pribadi lalu, apakah komukasi antar pribadi itu ? perhatikan contoh-contoh berikut ini[3].
a)      Didik adalah manejer pemasaran di perusahaan A, sedang mengadakan pertemuan untuk membahas strategi pemasaran produk baru.
Didik mengusulkan suatu strategi tertentu, sementara anak buahnya menghendaki strategi lain. Mereka saling mengajukan pendapatdan berdebat.
b)      Rini baru saja menerima nilai hasil ujian semester I. pada saat makan malam bersama, ayah Rini me nanyakan tentang nilai-nilai ujian tersebut.
c)      Adi menceritakan kejadia-kejadian lucu yang membuat temen-temennya tertawa terpingkal-pingkal.
d)     Dua orang pengemudi angkutan umum sedang ramai membicarakan maslah “denda yang tinggi”. Dari UU lalu lintas baru.
Komunikasi antarpribadi didefinisikan oleh Joseph A. Devito dalam bukunya “The Interpersonal Communication Book”. (Devito, 1989 : 4) sebagai: “proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antar dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika”.[4]
Berdasarkan definisi Devito itu, komunikasi antar pribadi dapat berlangsung antara dua orang yang memang sedang berdua-duaan seperti suami istri yang sedang bercakap-cakap. Atau antara dua orang dalam suatu pertemuan, misalnya antara penyaji makalah dengan salah seorang peserta dalam suatu acara seminar.
Pentingnya situasi komunikasi antar pribadi ialah karena prosesnya memungkinkan berlangsung secara dialogis.komunikasi yang berlangsung secara dialogis  selalu lebih baik daripada secara monologis.monolog menunjukkan suatu bentuk komunikasi di mana seorang berbicara, dan yang lain mendengarkan:yang aktif hanya komunikator saja, sedang komunikasi bersikap pasif. Situasi komunikasi seperti ini terjadi misalnya ketika seorang ayah memberi nasehat kepada anaknya yang nakal, seorang istri yang cerewet yang tengah memarahi suami , sabar yang memang melakukan kesalahan, seorang istruktur yang memberikan petunjuk tentang cara mengoprasikan sebuah mesin, dan lain sebagainya.
Dialog adalah bentuk komunikasi antarpribadi yang menunjukkan terjadinya interaksi. Mereka yang terlibat dalam komunikasi bentuk ini berfungsi ganda. Masing-masing menjadi pembicara dan pendengar secara bergantian.dalam proses komunikasi dialogis Nampak adanya (mutual understanding) dan empati. Di situ terjadi rasa saling menghormati bukan di sebabkan status sosial ekonomi, melainkan didasarkan pada anggapan bahwa masing-masing adalah manusia yang wajib, berhak, pantas, dan wajar dihargai dan dihormati sebagai manusia.

B.       Karakteristik komunikasi Antarpribadi
Adapun Karakteristik komunikasi Antarpribadi adalah :

1)      Spontan dan terjadi sambil lalu saja (umumnya tatap muka), Tatap muka pada umumnya memiliki sebuah efek lebih kepada individu yang melakukan aktifitas komunikasi.

2)      Terjadi secara kebetulan di antara peserta yang tidak mempunyai identitas yang belum tentu jelas 

3)      Berakibat sesuatu yang disengaja maupun tidak disengaja

4)      Kerapkali berbalas-balasan Pihak-pihak saling bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi, Arus pesannya dua arah.

5)      Mempersyaratkan adanya hubungan paling sedikit dua orang, serta hubungan harus bebas, bervariasi, adanya keterpengaruhan Setiap orang lebih suka berkomunikasi dengan orang lain dan berusaha supaya lebih dekat dengan pasangannya. Faktor kedekatan itu biasanya terutama menyatakan hubungan mereka. Dengan kedekatan tersebut maka akan melahirkan suatu kebebasan untuk menyatakan pendapatnya dalam percakapan diantara mereka. Setelah bebas maka berbagai variasi dalam percakapan pun dapat dilakukan tanpa pihak yang lain merasa tersinggung

6)      Harus membuahkan hasil Komunikasi antar pribadi dikatakan sukses apabila membawa hasil. Hasil-hasil komunikasi harus nyata merubah cara pandang/wawasan, perasaan, maupun perilaku yang nyata. Hasil komunikasi ini menentukan sukses tidaknya komunikasi yang telah dilaksanakan. Komunikasi antar pribadi saling mempengaruhi dan mengubah.

7)      Menggunakan berbagai lambang-lambang bermakna. Komunikasi antar pribadi adalah verbal dan non verbal. Komunikasi terjadi biasanya dengan percakapan / dialog, namun kata-kata tidaklah cukup, kadang disertai dengan lambang-lambang untuk menjelaskan makna atau maksud anda atau memperkuat pertanyaan yang disampaikan[5].
                                      
Gerakan tubuh tertentu dapat menunjukkan pesan tertentu jika diwujudkan bersamaan dengan pengucapan kata-kata. Fungsi dari lambang, bahwa seorang komunikator menerjemahkan suatu pesannya dengan lambang tertentu demi pesan itu sendiri dan memperkuat makna pesan itu. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat di dalamnya.

C.    Tujan komunikasi Antarpribadi
Sebagaimana telah diuraikan, komunikasi antarpribadi dapat dipergunakan untuk bebagai tujuan. Ada 6 (enam) tujuan komunikasi antarpribadi yang dianggap penting untuk dipelajari, yaitu:
1)      Mengenal diri sendiri dan orang lain
2)      Mengetahui dunia luar
3)      Menciptakan dan memelihara hubungan
4)      Mengubah sikap dan prilaku
5)      Bermain dan mencari hiburan
6)      Membantu orang lain.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah tujuan-tujuan komunikasi antarpribadi ini tidak harus dilakukan dengan sadar ataupun dengan suatu maksud, tetapi bisa pula dengan tanpa sadar ataupun tanoa maksud tertentu[6].
1)      Mengena Diri sendir dan orang lain
Cagito orgosum, nasehat seorang filsuf terkenal Socrates, yang artinya kurang lebih “kenalilah dirimu”. Apakah kita sudah mengenal diri kita sendiri ? bagaimana kita bisa mengenal diri kita sendiri dan manfaat apa yang kita peroleh dengan diri kita sendiri ?
Salah satu cara mengenal diri kita sendiri adalah melalui komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpribadi memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbincangkan diri kita sendiri. Dengan membicaraka tentang diri kita sendiri pada orang lain, kita akan mendapat perspektif baru tantang diri kita sendiri dan memahami lebih mendalam tentang sikap dan prilaku kita. Pada kenyataanya, persepsi-persepsi diri kita sebagian besar meruoakan hasil dari aoa yang kita pelajari tentang diri kita sendiri dari orang lain melalui komunikasi antarpribadi.
Melaului komunikasi antarpribadi kita juga belajar tentang bagaimana dan sejauh mana kita harus membuka diri pada orang lain. Dalam artian bahwa kita tidak harus dengan serta merta menciptakan latar belakang kehidupan kita pada setiap orang, melalui komunikasi antarpribadi kita juga akan mengetahui nilai, sikap, dan prilaku orang lain. Kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
2)      Mengetahui dunia luar
Komunikasi antarpribadi uga memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita secara baik yakni tentang objek, kejadian-kejadian dan orang lain. Banyak informasi yang kita miliki sekarang berasal interkasi antarpribadi.
Meskipun ada yang berpendapat bahwa sebagain besar informasi yang ada berasal dari media massa, tetapi informasi dari media massa tersebut sering dibicarakan dan diinternalisasi melalui interaksi antarpribadi. Bahan obralan kita dengan teman, tetangga, dan keluarga seringkali diambil dari berita-berita dan acara-acara media massa (surat kabar, kaalah, radio, dan TV). Hal ini memperlihatkan bahwa melalui komunikasi antarpribadi, kita sering membicarakan kembali hal-hal yang telah disajikan media massa. Namun demikian, pada kenyataannya, nilai, keyakinan, sikap, dan prilaku kita banyak di pengaruhi oleh komunikasi antarpribadi dibandingkan dengan media massa dan pendidikan formal.
3)      Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Manusia diciptakan sebagai mahluk individu sekaligus makhluk sosial. Sehingga kehidupan sehari-hari, orang ingin menciptakan dan memelihara hungan dekat dengan orang lain.
Tentunya kita tidak ingin hidup sendiri dan terisolis dari masyarakat. Tetapi, kita ingin merasakan dicintai dan disukai,kita tidak ingin membenci dan dibenci orang lain. Karenanya, banyak waktu yang kita gunakan dalam komunikasi antarpribadi bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hungan sosial dengan orang lain. Hubungan demikian membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita merasa lebih posotif tentang diri kita sendiri.

4)      Mengubah sikap dan prilaku
Dalam komunikasi antarpribadi sering kita berupanya menggunakan sikap dan prilaku orang lain. Kita ingin seseorang memilih suatu cara tertentu, mencoba makanan baru, memberi suatu barang , mendengarkan music tertentu, membaca buku, berfikir dengan cara tertentu, percaya bahwa sesuatu benar atau salah, dan sebagainya. Singkatnya kita banyak mempergunakan waktu untuk mempersuasi orang lain melalui komunikasi antarpribadi.
5)      Bermain dan mencari hubungan
Bermain mencakup semua kegiatan untuk memperoleh kesenangan.bercerita dengan teman tentang kegiatan di akhir pekan, dan lain sebagainya yang intinya bertujuan untuk memperoleh hiburan. Sering kali tujuan ini dianggap tidak penting, tetapi sebenarnya komunikasi yang demikian perlu dilakukan, karena memberi suasana yang lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dan sebagainya.
6)      Membantu orang lain
Psikiater, psikolog klinik, dan ahli terapi adalah contoh-contoh profesi yang mempunyai fungsi menolong orang lain. Tugas-tugas tersebut seagian besar dilakukan melalui komunikasi antarpribadi. Demikian pula, kita sering memberikan berbagai nasehat dan saran pada teman-tema kita yang sedang menghadapi suatu persoalan dan berusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Contoh-contohnya ini memperlihatkan bahwa tujuan dari proses komunikasi antarpribadi adalah membantu orang lain[7].
D.    Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan komunikasi antarpribadi
Pola komunikasi antarpribadi mempunyai efek yang berlainan pada hubungan antarpribadi. Tidak benar anggapan orang bahwa makin sering orang melakukan komunikasi antarpribadi dengan orang lain, semakin baik hubungan mereka. Yang menjadi soal bukanlah berapa kali komunikasi dilakukan. Bila antara anda dengan saya berkembang sikap curiga, makin sering anda berkomunkasi dengan saya makin jauh jarak antara kita. Lalu, apa saja factor-faktor yang menumbuhkan hubungan antarpribadi yang baik ? dalam pembahasan ini ada tiga factor terkait komunikasi antarpribadi: percaya, sikap suportif, dan sikap terbuka[8].

1.      Percaya (trust)
Di antara berbagai factor yang mempengaruhi komunikasi antarpribadi, faktor percaya adalah yang paling penting. Bila saya percaya kepada anda,bila prilaku anda dapat saya duga,bila saya yakin anda tidak akan menghianati atau merugikan saya,maka sayakan lebih banyak membuka diri saya kepada anda. Sejak tahap tahap yang pertama dalam hubungan antarpribadi (tahap perkenalan), sampai pada tahap kedua (tahap peneguhan), “percaya” menentukan efektivitas komunikasi. Secara ilmiah,”percaya” didefinisikan sebagai “mengandalkan prilaku orang untuk mencapai tujuan yang di kehendaki, yang pencapainya tidak pasti dan dalam situasi yang penuh resiko” (Giffin, 1967: 224-234). Definisi ini menyebutkan tiga unsur percaya: 1). Ada situasi yang menimbulkan resiko. Bila orang menaruh kepercayaan kepada seseorang, ia akan mengahadapi re-siko, percaya tidak diperlukan; 2).orang yang menaruh kepercayaan kepada orang lain berarti menyadari bahwa akibat-akibatnya bergantung pada prilaku orang lain; 3). Orang yang yakin bahwa prilaku orang lain akan berakibat baik baginya. Wyh Am I Afraid to tell You I Am adalah judul buku yang ditulis oleh John Powell untuk melukiskan orang-orang yang berusaha menyembunyikan persaan dan pikirannya pada orang lain.
Sikap percaya berkembang apabila setiap komunikan lainnya berlaku jujur. Tentu saja sikap ini dibentuk berdasarkan pengalaman kita dengan komunika. Oleh karena itu, sikap percaya berubah-ubah bergantung kepada komunikan yang dihadapi. Saya mungkin percaya pada polisi B karena pengalaman saya mendapat bantuannya pada waktu yang lalu; tetapi saya  tetap tidak percaya pada polisi-polisi lain.
Selain pengalaman ada hal lain yang dapat  menumbuhkan sikap percaya atau mengembangkan komunikasi yang didasarkan pada sikappaling percaya; menerima, empati, dan kejujuran.
2. Sikap suportif
Sikap suportif adalah sikap yng mengurangi sikap defensive dalam komunikasi. Orang bersikap defensive bila ia tidak menerima, tidak jujur, dan tidak empatis. Sudah jelas, dengan sikap defensif komunikasi antarpribadi akan gagal karena orang defensive akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman yang di tanggapinya dalam situasi komunikasi ketimbang memahami pesan orang lain.
Komunikasi defensive dapat terjadi karena faktor-faktor personal (ketakutan, kecemasan, harga diri yang rendah, pengalaman defensive dan sebagainya).
a.       Evaluasi dan Deskripsi. Evaluasi artinya penilaian terhadap orang lain, memuji atau mengancam. Deskripsi artinya penyampaian pesan dan persepsi  antara tampa menilai.
b.      Control dan Orientasi Masalah. Perilaku kontrol adalah berusaha untuk mengubah orang lain, mengendalikan perilakunya, mengubah sikap,  pendapat dan tindakannya.
c.       Strategi dan spontanitas. Stategi adalah penggunaan tipuan-tipuan atau manipulasi untuk mempengaruhi orang lain.
d.      Netralitas dan Empati. Netralitas berarti sikap inpersonal memperlakukan orang lain tidak sebagai persona, melainkan sebagi objek.
e.       Superioritas dan Persamaan. Superioritas berarti sikap menunjukkan anda lebih tinggi atau lebih baik dari pada orang lain karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual, kekayaan atau kecantikan.
f.       Kepastian dan Provisionalisme. Orang yang memiliki kepastian berarti memiliki dogmatis, keinginan menang sendiri dan melihat pendapatnya sebagai kebenaran mutlak yang tidak dapat diganggu gugat



3.  Sikap terbuka.
Sikap terbuka amat besar pengaruhnya  dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif
Kriteria sikap orang terbuka:
a.       Menilai pesan secara objektif, dengan menggunakan data dan keajengan logika.
b.      Membedahkan dengan muda melihat nuansa
c.       Berorientasi pada isi
d.      Mencari informasi dari berbagai sumber.
e.       Lebih bersifat profesional dan bersedia mengubah kepercayannya.
Mencari pengertian pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian kepercayaannya[9].
E.     Ciri-ciri komunikasi Antarpribadi
Manusia merupakan makhluk sosial, karena itu kehidupan manusia selalu ditandai dengan pergaulan antarmanusia, misalnya pergaulan dalam keluarga, lingkungan tetangga, sekolah, tempat bekerja, organisasi sosial; dan lain-lain. Hakikat pergaulan itu ditunjukkan antara lain oleh derajat keintiman, frekuensi, jenis relasi, mutu interaksi diantara mereka, terutama faktor sejauhmana keterlibatan dan saling mempengaruhi[10].
Adapun ciri-ciri dari komunikasi Antarpribadi yaitu;
1.      Spontanitas, terjadi sambil lalu dengan media utama adalah tatap muka
2.      Tidak mempunyai tujuan yang ditetapkan terleih dahulu
3.      Terjadi secara kebetulan di antara peserta yang identitaasnya kurang jelas
4.      Mengakibatkan dampak yang sengaja dan tidak disengaja
5.      Kerap kali berbalas-balasan
6.      Mempersyaratkan hubungan yang bebas dan bervareasi, ada keterpengaruhan
7.      Harus menumbuhkan hasil dan
8.      Menggunakan lambang-lambang yang bermakna[11].








BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan   
                  Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) sering dilakukan secara tatap muka (face to face) . Oleh karena itu, bahasa/kata-kata merupakan sarana utamanya. Sekalipun demikian, penggunaan secara kombinasi dan sekaligus antara berbagai simbol-simbol lainnya, seperti gerakan tangan, ekspresi wajah dan sebagainya tentulah lebih positif karena dapat lebih mempertegas makna informasi dalam komunikasi yang sedang dilakukan.
 Diri pribadi adalah suatu ukuran kualitas yang memungkinkan seseorang untuk dianggap dan dikenali sebagai individu yang berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang membuat seseorang memiliki kekhasan sendiri sebagai manusia ini, tumbuh dan berkembang melalui interaksi sosial, yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Individu tidak dilahirkan dengan membawa kepribadian.

B.      Penutup
Terlepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini, penulis mengucapkan terimakasih yang tiada terkira kepada pihak yang telah membantu sehingga terwujudlah karya ini.
Tak ada gading yang tak retak, walau pun kesungguhan untuk menjadikan karya ini sempurna telah dijalani, namun sebagai manusia yang dho’if tentu banyak kekurangan dan kekeliruan yang terdapat dalam karya ini. Maka dari itu, saran dan motivasi dari semua pihak sangat penulis harapkan, guna mengevaluasi dan memperbaiki karya ini untuk menjadi lebih baik lagi di karya-karya berikutnya. Aamiin.











DAFTAR PUSTAKA

Efendi Onong Uchjana, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung PT. Citra Aditya Bakti
Lilweri Alo, Komunikasi antarpribadi, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti,1997
Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi, Bandung, Rosda Karya, 2007
Rahmat Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Cet ke 28, Bandung, PT Remaja Rosdakarya Offset, 2012
Widjaya, Ilmu kominikasi pengantar studi,  Jakarta, PT.  Reneka Cipta, 2000











[1] Onong Uchjana Efendi, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, cet I,  (Bandung PT. Citra Aditya Bakti, ) h, 57
[2] Ibid,
[3] Widjaya, Ilmu kominikasi pengantar studi,  Cet Ke II, ( Jakarta, PT.  Reneka Cipta, 2000 ), h, 120
[4] Efendi, op. cit. h,60
[6] Widjaya,op.cit, h, 122
[7] Ibid, h, 122-125
[8] Jalaluddin Rahmat, Psikologi Komunikasi, Cet ke 28,  (Bandung, PT Remaja Rosdakarya Offset, 2012),h.127
[9] Ibid, h 127-136
[10] Deddy mulyana, Ilmu Komunikasi, Cet ke VII (Bandung, Rosda Karya, 2007), h 120
[11] Alo Lilweri, Komunikasi antarpribadi, cet,ke II (Bandung, PT. Citra Aditya Bakti,1997), h 11