PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Komunikasi di manan-mana: di rumah, ketika anggota-anggota keluarga
berbincang di meja makan; di kampus, ketika mahasiswa-mahasiswa mendiskusikan
hasil tentamen; dikantor, ketika kepala seksi membagi tugas; di masjid, ketika
mubalighberkhotbah, di DPR, ketika wakil-wakil rakyat memutuskan nasib bangsa ,
dan lain sebagainya. Komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan kita. Sebuah
penelitan mengungkapkan bahwa 70% waktu bangun kita digunakan untuk
berkomunikasi. Komunikasi menentukan kualitas hidup kita.
Dengan komunikasi kita membentuk saling pengertian, menumbuhkan
persahabatan, memelihara kasih sayang,menyebarkan pengetahuan, dan melestarikan
peradaban. Akan tetapi, dengan komunikasi kita juga menyuburkan perpecahan,
menghidupkan permusuhan, menanamkan kebencian, merintangi kemajuan, dan
menghmbat pemikiran. Begitu penting, begitu meluas, dan begitu akrab komunikasi
dengan diri kita sendiri sehingga kita semua merasa tidak perlu lagi
mempelajari komunikasi.
Saya percaya kualitas hidup kita, hubungan kita dengan sesamadapat
di tingkatkan dengan memahami dan memperbaiki komunikasi yang kita lakukan.
kita dapat mempelajari komunikasi, tetapin penghampiran psikologi adalah yang
paling menarik. Psikologi menukik ke dalam proses yang mempengaruhi prilaku
kitan dalam komunikasi, membuka “ topeng-topeng” kita, dan menjawab pertanyaan
“ mengapa”. Psikologi melihat komunikasi sebagai prilaku manusiawi, menarik, da
melibatkan siapa saja dan diman saja.
B.
Rumusan Masalah
a)
Apakah
komunikasi antar pribadi itu ?
b)
Apa
saja karakteristik komunokasi antar pribadi ?
c)
Apa
tujuan dari komunikasi antar pribadi ?
d)
Apa
factor yang mempengaruhui komunikasi antar pribadi ?
e)
Apa saja ciri-ciri komunikasi antarpribadi ?
BAB II
PEMBAHASAN
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
A.
Pengertian komunikasi Antarpribadi
Komunikasi pribadi ( personal comunicatiom ) adalh
komunikasi seputar diri seseorang, baik dalam fungsinya sebagai komunikator
maupun sebagai komunikan. Tatanan komunikasi ( setting of communication
) ini terdiri dari dua jenis, yakni komunikasi interpribadi dan komunikasi
antar pribadi[1].
1)
Komunikasi
interpribadi (Interpersonal communication)
Komunikasi
interpribadi adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Orang itu
berperan baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Dia berbicara
kepada dirinya sendiri, dia berdialog dengan dirinya sendiri. Dia bertanya
kepada dirinya dan menjawab oleh dirinya sendiri.
Memang tidak salah kalau komunikasi
interpribadi disebut melamun, tetapi jika melamun bisa mengenai segala hal
misalnya melamun menjadi orang kaya dan lain sebagainya, komunikasi
interpribadi berbicara dengan diri sendiri dan bertanya-jawab dengan diri
sendiri dalam rangka berkomunikasi dengan orang lain, dan orang lain ini bisa satu
orang, sekelompok orang, denga lain perkataan sebelum melakukan komunikasi
sosial seseorang melakukan komunikasi interpribadi dahulu.
Di saat kita sedang berbicara kepada
diri sendiri, sedang melakukan perenungan, perencanaan, dan penilaian, pada
diri kita terjadi proses neuro-fisiologis yang membentuk landasan bagi
tanggapan motivasi.dan komunikasi kita dengan orang-orang atau factor-faktor
lingkungan kita .
Ronald L. Applbaum, et.al dalam
bukunya “ fundamental consept in human communication “. (1973, 13).
Mendefinisikan komunikasi interpribadi sebagai: “Komunikasi yang berlangsung di
dalam diri kita; ia meliputi kegiatan bebicara kepada diri kita sendiri dan
kediatan-kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional)
kepada lingkungan kita”[2].
2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal communication)
Komunikasi
merupakan dasar dari seluruh interaksi antar manusia, karena tanpa kominikasi,
interaksi manusia, baik secara program, kelompok, maupun organisasi tidak
mungkin terjadi. Sebagian besar interaksi komunikasi antar pribadi lalu, apakah
komukasi antar pribadi itu ? perhatikan contoh-contoh berikut ini[3].
a)
Didik
adalah manejer pemasaran di perusahaan A, sedang mengadakan pertemuan untuk
membahas strategi pemasaran produk baru.
Didik
mengusulkan suatu strategi tertentu, sementara anak buahnya menghendaki
strategi lain. Mereka saling mengajukan pendapatdan berdebat.
b)
Rini
baru saja menerima nilai hasil ujian semester I. pada saat makan malam bersama,
ayah Rini me nanyakan tentang nilai-nilai ujian tersebut.
c)
Adi
menceritakan kejadia-kejadian lucu yang membuat temen-temennya tertawa
terpingkal-pingkal.
d)
Dua
orang pengemudi angkutan umum sedang ramai membicarakan maslah “denda yang
tinggi”. Dari UU lalu lintas baru.
Komunikasi
antarpribadi didefinisikan oleh Joseph A. Devito dalam bukunya “The
Interpersonal Communication Book”. (Devito, 1989 : 4) sebagai: “proses
pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antar dua orang atau diantara sekelompok
kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika”.[4]
Berdasarkan
definisi Devito itu, komunikasi antar pribadi dapat berlangsung antara dua
orang yang memang sedang berdua-duaan seperti suami istri yang sedang
bercakap-cakap. Atau antara dua orang dalam suatu pertemuan, misalnya antara
penyaji makalah dengan salah seorang peserta dalam suatu acara seminar.
Pentingnya
situasi komunikasi antar pribadi ialah karena prosesnya memungkinkan
berlangsung secara dialogis.komunikasi yang berlangsung secara dialogis selalu lebih baik daripada secara
monologis.monolog menunjukkan suatu bentuk komunikasi di mana seorang
berbicara, dan yang lain mendengarkan:yang aktif hanya komunikator saja, sedang
komunikasi bersikap pasif. Situasi komunikasi seperti ini terjadi misalnya
ketika seorang ayah memberi nasehat kepada anaknya yang nakal, seorang istri
yang cerewet yang tengah memarahi suami , sabar yang memang melakukan
kesalahan, seorang istruktur yang memberikan petunjuk tentang cara
mengoprasikan sebuah mesin, dan lain sebagainya.
Dialog
adalah bentuk komunikasi antarpribadi yang menunjukkan terjadinya interaksi.
Mereka yang terlibat dalam komunikasi bentuk ini berfungsi ganda. Masing-masing
menjadi pembicara dan pendengar secara bergantian.dalam proses komunikasi
dialogis Nampak adanya (mutual understanding) dan empati. Di situ terjadi rasa
saling menghormati bukan di sebabkan status sosial ekonomi, melainkan
didasarkan pada anggapan bahwa masing-masing adalah manusia yang wajib, berhak,
pantas, dan wajar dihargai dan dihormati sebagai manusia.
B.
Karakteristik
komunikasi Antarpribadi
Adapun Karakteristik komunikasi Antarpribadi
adalah :
1)
Spontan dan terjadi sambil lalu saja (umumnya
tatap muka), Tatap muka pada umumnya memiliki sebuah efek lebih kepada individu
yang melakukan aktifitas komunikasi.
2)
Terjadi secara kebetulan di antara peserta yang
tidak mempunyai identitas yang belum tentu jelas
3)
Berakibat sesuatu yang disengaja maupun tidak
disengaja
4)
Kerapkali berbalas-balasan Pihak-pihak saling
bergantung satu sama lainnya dalam proses komunikasi, Arus pesannya dua arah.
5)
Mempersyaratkan adanya hubungan paling sedikit
dua orang, serta hubungan harus bebas, bervariasi, adanya keterpengaruhan
Setiap orang lebih suka berkomunikasi dengan orang lain dan berusaha supaya lebih
dekat dengan pasangannya. Faktor kedekatan itu biasanya terutama menyatakan
hubungan mereka. Dengan kedekatan tersebut maka akan melahirkan suatu kebebasan
untuk menyatakan pendapatnya dalam percakapan diantara mereka. Setelah bebas
maka berbagai variasi dalam percakapan pun dapat dilakukan tanpa pihak yang
lain merasa tersinggung
6)
Harus membuahkan hasil Komunikasi antar pribadi
dikatakan sukses apabila membawa hasil. Hasil-hasil komunikasi harus nyata
merubah cara pandang/wawasan, perasaan, maupun perilaku yang nyata. Hasil
komunikasi ini menentukan sukses tidaknya komunikasi yang telah dilaksanakan.
Komunikasi antar pribadi saling mempengaruhi dan mengubah.
7)
Menggunakan berbagai lambang-lambang bermakna.
Komunikasi antar pribadi adalah verbal dan non verbal. Komunikasi terjadi
biasanya dengan percakapan / dialog, namun kata-kata tidaklah cukup, kadang
disertai dengan lambang-lambang untuk menjelaskan makna atau maksud anda atau
memperkuat pertanyaan yang disampaikan[5].
Gerakan tubuh tertentu dapat menunjukkan pesan
tertentu jika diwujudkan bersamaan dengan pengucapan kata-kata. Fungsi dari
lambang, bahwa seorang komunikator menerjemahkan suatu pesannya dengan lambang
tertentu demi pesan itu sendiri dan memperkuat makna pesan itu. Setiap individu
dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap
hubungan dimana dia terlibat di dalamnya.
C.
Tujan komunikasi Antarpribadi
Sebagaimana
telah diuraikan, komunikasi antarpribadi dapat dipergunakan untuk bebagai
tujuan. Ada 6 (enam) tujuan komunikasi antarpribadi yang dianggap penting untuk
dipelajari, yaitu:
1)
Mengenal
diri sendiri dan orang lain
2)
Mengetahui
dunia luar
3)
Menciptakan
dan memelihara hubungan
4)
Mengubah
sikap dan prilaku
5)
Bermain
dan mencari hiburan
6)
Membantu
orang lain.
Satu
hal yang perlu diperhatikan adalah tujuan-tujuan komunikasi antarpribadi ini
tidak harus dilakukan dengan sadar ataupun dengan suatu maksud, tetapi bisa
pula dengan tanpa sadar ataupun tanoa maksud tertentu[6].
1)
Mengena Diri sendir dan orang lain
Cagito orgosum, nasehat
seorang filsuf terkenal Socrates, yang artinya kurang lebih “kenalilah dirimu”.
Apakah kita sudah mengenal diri kita sendiri ? bagaimana kita bisa mengenal
diri kita sendiri dan manfaat apa yang kita peroleh dengan diri kita sendiri ?
Salah
satu cara mengenal diri kita sendiri adalah melalui komunikasi antarpribadi.
Komunikasi antarpribadi memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbincangkan
diri kita sendiri. Dengan membicaraka tentang diri kita sendiri pada orang
lain, kita akan mendapat perspektif baru tantang diri kita sendiri dan memahami
lebih mendalam tentang sikap dan prilaku kita. Pada kenyataanya,
persepsi-persepsi diri kita sebagian besar meruoakan hasil dari aoa yang kita
pelajari tentang diri kita sendiri dari orang lain melalui komunikasi
antarpribadi.
Melaului
komunikasi antarpribadi kita juga belajar tentang bagaimana dan sejauh mana
kita harus membuka diri pada orang lain. Dalam artian bahwa kita tidak harus
dengan serta merta menciptakan latar belakang kehidupan kita pada setiap orang,
melalui komunikasi antarpribadi kita juga akan mengetahui nilai, sikap, dan
prilaku orang lain. Kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
2)
Mengetahui dunia luar
Komunikasi
antarpribadi uga memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita secara baik
yakni tentang objek, kejadian-kejadian dan orang lain. Banyak informasi yang
kita miliki sekarang berasal interkasi antarpribadi.
Meskipun ada yang berpendapat bahwa sebagain besar informasi yang
ada berasal dari media massa, tetapi informasi dari media massa tersebut sering
dibicarakan dan diinternalisasi melalui interaksi antarpribadi. Bahan obralan
kita dengan teman, tetangga, dan keluarga seringkali diambil dari berita-berita
dan acara-acara media massa (surat kabar, kaalah, radio, dan TV). Hal ini
memperlihatkan bahwa melalui komunikasi antarpribadi, kita sering membicarakan
kembali hal-hal yang telah disajikan media massa. Namun demikian, pada
kenyataannya, nilai, keyakinan, sikap, dan prilaku kita banyak di pengaruhi
oleh komunikasi antarpribadi dibandingkan dengan media massa dan pendidikan
formal.
3)
Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Manusia diciptakan sebagai mahluk individu sekaligus makhluk
sosial. Sehingga kehidupan sehari-hari, orang ingin menciptakan dan memelihara
hungan dekat dengan orang lain.
Tentunya kita tidak ingin hidup sendiri dan terisolis dari
masyarakat. Tetapi, kita ingin merasakan dicintai dan disukai,kita tidak ingin
membenci dan dibenci orang lain. Karenanya, banyak waktu yang kita gunakan
dalam komunikasi antarpribadi bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hungan
sosial dengan orang lain. Hubungan demikian membantu mengurangi kesepian dan
ketegangan serta membuat kita merasa lebih posotif tentang diri kita sendiri.
4)
Mengubah sikap dan prilaku
Dalam komunikasi antarpribadi sering kita berupanya menggunakan
sikap dan prilaku orang lain. Kita ingin seseorang memilih suatu cara tertentu,
mencoba makanan baru, memberi suatu barang , mendengarkan music tertentu,
membaca buku, berfikir dengan cara tertentu, percaya bahwa sesuatu benar atau
salah, dan sebagainya. Singkatnya kita banyak mempergunakan waktu untuk
mempersuasi orang lain melalui komunikasi antarpribadi.
5)
Bermain dan mencari hubungan
Bermain mencakup semua kegiatan untuk memperoleh kesenangan.bercerita
dengan teman tentang kegiatan di akhir pekan, dan lain sebagainya yang intinya
bertujuan untuk memperoleh hiburan. Sering kali tujuan ini dianggap tidak
penting, tetapi sebenarnya komunikasi yang demikian perlu dilakukan, karena memberi
suasana yang lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dan sebagainya.
6)
Membantu orang lain
Psikiater, psikolog klinik, dan ahli terapi adalah contoh-contoh
profesi yang mempunyai fungsi menolong orang lain. Tugas-tugas tersebut seagian
besar dilakukan melalui komunikasi antarpribadi. Demikian pula, kita sering
memberikan berbagai nasehat dan saran pada teman-tema kita yang sedang
menghadapi suatu persoalan dan berusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Contoh-contohnya ini memperlihatkan bahwa tujuan dari proses komunikasi
antarpribadi adalah membantu orang lain[7].
D.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan komunikasi antarpribadi
Pola komunikasi antarpribadi mempunyai efek yang berlainan pada
hubungan antarpribadi. Tidak benar anggapan orang bahwa makin sering orang
melakukan komunikasi antarpribadi dengan orang lain, semakin baik hubungan
mereka. Yang menjadi soal bukanlah berapa kali komunikasi dilakukan. Bila
antara anda dengan saya berkembang sikap curiga, makin sering anda berkomunkasi
dengan saya makin jauh jarak antara kita. Lalu, apa saja factor-faktor yang
menumbuhkan hubungan antarpribadi yang baik ? dalam pembahasan ini ada tiga
factor terkait komunikasi antarpribadi: percaya, sikap suportif, dan sikap
terbuka[8].
1.
Percaya (trust)
Di antara berbagai factor yang mempengaruhi komunikasi
antarpribadi, faktor percaya adalah yang paling penting. Bila saya percaya
kepada anda,bila prilaku anda dapat saya duga,bila saya yakin anda tidak akan
menghianati atau merugikan saya,maka sayakan lebih banyak membuka diri saya
kepada anda. Sejak tahap tahap yang pertama dalam hubungan antarpribadi (tahap
perkenalan), sampai pada tahap kedua (tahap peneguhan), “percaya” menentukan
efektivitas komunikasi. Secara ilmiah,”percaya” didefinisikan sebagai “mengandalkan
prilaku orang untuk mencapai tujuan yang di kehendaki, yang pencapainya tidak
pasti dan dalam situasi yang penuh resiko” (Giffin, 1967: 224-234). Definisi
ini menyebutkan tiga unsur percaya: 1). Ada situasi yang menimbulkan resiko.
Bila orang menaruh kepercayaan kepada seseorang, ia akan mengahadapi re-siko,
percaya tidak diperlukan; 2).orang yang menaruh kepercayaan kepada orang lain
berarti menyadari bahwa akibat-akibatnya bergantung pada prilaku orang lain;
3). Orang yang yakin bahwa prilaku orang lain akan berakibat baik baginya. Wyh
Am I Afraid to tell You I Am adalah judul buku yang ditulis oleh John
Powell untuk melukiskan orang-orang yang berusaha menyembunyikan persaan dan
pikirannya pada orang lain.
Sikap percaya berkembang apabila setiap komunikan lainnya berlaku
jujur. Tentu saja sikap ini dibentuk berdasarkan pengalaman kita dengan
komunika. Oleh karena itu, sikap percaya berubah-ubah bergantung kepada
komunikan yang dihadapi. Saya mungkin percaya pada polisi B karena pengalaman
saya mendapat bantuannya pada waktu yang lalu; tetapi saya tetap tidak percaya pada polisi-polisi lain.
Selain pengalaman ada hal lain yang dapat menumbuhkan sikap percaya atau mengembangkan
komunikasi yang didasarkan pada sikappaling percaya; menerima, empati, dan
kejujuran.
2. Sikap suportif
Sikap suportif adalah sikap yng mengurangi sikap defensive dalam
komunikasi. Orang bersikap defensive bila ia tidak menerima, tidak jujur, dan
tidak empatis. Sudah jelas, dengan sikap defensif komunikasi antarpribadi akan
gagal karena orang defensive akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman
yang di tanggapinya dalam situasi komunikasi ketimbang memahami pesan orang
lain.
Komunikasi defensive dapat terjadi karena faktor-faktor personal
(ketakutan, kecemasan, harga diri yang rendah, pengalaman defensive dan
sebagainya).
a. Evaluasi dan
Deskripsi. Evaluasi artinya penilaian terhadap orang lain, memuji atau
mengancam. Deskripsi artinya penyampaian pesan dan persepsi antara tampa
menilai.
b. Control dan Orientasi Masalah.
Perilaku kontrol adalah berusaha untuk mengubah orang lain, mengendalikan
perilakunya, mengubah sikap, pendapat dan tindakannya.
c. Strategi dan spontanitas.
Stategi adalah penggunaan tipuan-tipuan atau manipulasi untuk mempengaruhi orang
lain.
d. Netralitas dan Empati.
Netralitas berarti sikap inpersonal memperlakukan orang lain tidak sebagai
persona, melainkan sebagi objek.
e. Superioritas dan
Persamaan. Superioritas berarti sikap menunjukkan anda lebih tinggi atau
lebih baik dari pada orang lain karena status, kekuasaan, kemampuan
intelektual, kekayaan atau kecantikan.
f. Kepastian dan
Provisionalisme. Orang yang memiliki kepastian berarti memiliki dogmatis,
keinginan menang sendiri dan melihat pendapatnya sebagai kebenaran mutlak yang
tidak dapat diganggu gugat
3. Sikap terbuka.
Sikap terbuka amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan
komunikasi interpersonal yang efektif
Kriteria sikap orang terbuka:
a. Menilai pesan secara
objektif, dengan menggunakan data dan keajengan logika.
b. Membedahkan dengan muda melihat
nuansa
c. Berorientasi pada isi
d. Mencari informasi dari berbagai
sumber.
e. Lebih bersifat profesional
dan bersedia mengubah kepercayannya.
Mencari pengertian pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian
kepercayaannya[9].
E.
Ciri-ciri komunikasi Antarpribadi
Manusia
merupakan makhluk sosial, karena itu kehidupan manusia selalu ditandai dengan
pergaulan antarmanusia, misalnya pergaulan dalam keluarga, lingkungan tetangga,
sekolah, tempat bekerja, organisasi sosial; dan lain-lain. Hakikat pergaulan
itu ditunjukkan antara lain oleh derajat keintiman, frekuensi, jenis relasi,
mutu interaksi diantara mereka, terutama faktor sejauhmana keterlibatan dan
saling mempengaruhi[10].
Adapun ciri-ciri dari komunikasi Antarpribadi yaitu;
1.
Spontanitas,
terjadi sambil lalu dengan media utama adalah tatap muka
2.
Tidak
mempunyai tujuan yang ditetapkan terleih dahulu
3.
Terjadi
secara kebetulan di antara peserta yang identitaasnya kurang jelas
4.
Mengakibatkan
dampak yang sengaja dan tidak disengaja
5.
Kerap
kali berbalas-balasan
6.
Mempersyaratkan
hubungan yang bebas dan bervareasi, ada keterpengaruhan
7.
Harus
menumbuhkan hasil dan
8.
Menggunakan
lambang-lambang yang bermakna[11].
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Komunikasi
antarpribadi (interpersonal communication) sering dilakukan secara tatap muka
(face to face) . Oleh karena itu, bahasa/kata-kata merupakan sarana utamanya.
Sekalipun demikian, penggunaan secara kombinasi dan sekaligus antara berbagai
simbol-simbol lainnya, seperti gerakan tangan, ekspresi wajah dan sebagainya
tentulah lebih positif karena dapat lebih mempertegas makna informasi dalam
komunikasi yang sedang dilakukan.
Diri pribadi adalah suatu ukuran kualitas yang
memungkinkan seseorang untuk dianggap dan dikenali sebagai individu yang
berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang membuat seseorang memiliki
kekhasan sendiri sebagai manusia ini, tumbuh dan berkembang melalui interaksi
sosial, yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Individu tidak dilahirkan dengan
membawa kepribadian.
B.
Penutup
Terlepas dari berbagai
kelebihan dan kekurangan dalam penyusunan makalah ini, penulis mengucapkan
terimakasih yang tiada terkira kepada pihak yang telah membantu sehingga
terwujudlah karya ini.
Tak ada gading yang tak
retak, walau pun kesungguhan untuk menjadikan karya ini sempurna telah
dijalani, namun sebagai manusia yang dho’if tentu banyak kekurangan dan
kekeliruan yang terdapat dalam karya ini. Maka dari itu, saran dan motivasi
dari semua pihak sangat penulis harapkan, guna mengevaluasi dan memperbaiki
karya ini untuk menjadi lebih baik lagi di karya-karya berikutnya. Aamiin.
DAFTAR PUSTAKA
Efendi
Onong Uchjana, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung PT. Citra
Aditya Bakti
Lilweri Alo, Komunikasi antarpribadi, Bandung, PT. Citra Aditya
Bakti,1997
Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi, Bandung, Rosda Karya, 2007
Rahmat
Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Cet ke 28, Bandung, PT Remaja
Rosdakarya Offset, 2012
Widjaya,
Ilmu kominikasi pengantar studi,
Jakarta, PT. Reneka Cipta, 2000
http://radencahyoprabowo.blogspot.com/2013/02/karakteristik-komunikasi-antar-pribadi.html (diakses pada 20,12,2014), 01:27
[1]
Onong Uchjana Efendi, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, cet I, (Bandung PT. Citra Aditya Bakti, ) h, 57
[2] Ibid,
[3]
Widjaya, Ilmu kominikasi pengantar studi, Cet Ke II, ( Jakarta, PT. Reneka Cipta, 2000 ), h, 120
[4]
Efendi, op. cit. h,60
[5] http://radencahyoprabowo.blogspot.com/2013/02/karakteristik-komunikasi-antar-pribadi.html
(diakses pada 20,12,2014), 01:27
[6] Widjaya,op.cit,
h, 122
[7] Ibid,
h, 122-125
[8] Jalaluddin
Rahmat, Psikologi Komunikasi, Cet ke 28, (Bandung, PT Remaja Rosdakarya Offset, 2012),h.127
[9]
Ibid, h 127-136
[10]
Deddy mulyana, Ilmu Komunikasi, Cet ke VII (Bandung, Rosda Karya, 2007),
h 120
[11]
Alo Lilweri, Komunikasi antarpribadi, cet,ke II (Bandung, PT. Citra
Aditya Bakti,1997), h 11

No comments:
Post a Comment