BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam bab uraian ini akan
difokuskan tentang Peran
Ilmu Komunikasi dalam Dakwah. Salah satu objek penting dalam kajian ‘Ulumul
Dakwah adalah perbincangan mengenai Peran Ilmu Komunikasi dalam Dakwah.
Komunikasi adalah sesuatu yang urgen dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu,
kedudukan komunikasi dalm islam mendapat tekanan yang cukup kuat bagi manusia
sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk Tuhan.
Komunikasi
dalam dakwah sangat diperlukan , disinilah kita mempunyai kemampuan untuk
membangun suatu sikap atau tingkahlaku yang sesuai dengan misi atau pesan
dakwah yang disampaikan. Keefektifan suatu bahasa sangatlah penting, apalagi
dalam dunia dakwah. Karena hal ini akan mempermudahkomunikator atau mubaligh
dalam menyampaikan pokok bahasan atau materi yang akan disampaikannya. Sehingga
komunikan atau mustami tidak salah paham terhadap apa yang kita sampaikan dan
mereka bisa memahami esensi dari dakwah itu sendiri. Hasilnya, ada kesesuaian
pikiran antara penyampai atau komunikator dan komunikan sendiri (komunikasi
yang dijalankan berlangsung sempurna).
Sebagimana firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 125 :
ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو
أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين
Artinya
: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu
dengan hikmah (bijaksana) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan
cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.
1.1 Rumusan Masalah
1. Pengertian Komunikasi ?
2. Pengertian Dakwah?
3. Hubungan Komunikasi
dalam Dakwah ?
1.2 Tujuan
1. Untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah hasil pengkajian dengan Judul ”Peran
Ilmu Komunikasi Dalam Dakwah”.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam rangka proses
penyelesaian tugas yang dibebankan kepada mahasiswanya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian komunikasi
Komunikasi adalah
hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok,dalam kehidupan
sehari-hari disadari atau tidak komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia
itu sendiri. Manusia sejak dilahirkan sudah berkomunikasi dengan lingkungannya.
Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan adalah suatu tanda
komunikasi[1].
Sementara itu,
untuk menjalin rasa kemanusiaan yang akrab diperlukan saling pengertian sesame
anggota masyarkat. Dalam hal ini factor komunikasi memainkan peranan yang penting,
apalagi bagi manusia modern. Manusia modern yang cara berfikirnya tidak
spekulatif tetapi berdasarkan logika dan rasional dalam melaksanakan sehgala
kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan aktivitasnya akan terselenggara dengan
baik melalui proses komunikasi antar manusia. Komunikasi telah menjadi bagian
dari kehidupan manusia.
Untuk mengetahui
keberhasilan suatu komunikasi kita harus mengetahui dan menpelajari unsur
–unsur apa saja yang terkandung dalam proses komunikasi . minimal unsur-unsur
yang diperlukan dalam proses komunikasi adalah :
1. Sumber (Source)
2. Isi pesan (Message)
3. Tujuan (Destination
Sumber yang dimaksudkan
disini adalah seseorang yanng mengambil inisiatif pertama untuk berkomunikasi
sedang pesan (message) adalah idea-idea atau gagasan atau buah fikiran yang
disampaikan oleh Sumber kepada orang lain dengan tujuan agar orang lain
bertindak sama sesuai harapan yang dituangkan dalam pesan tersebut[2].
Berbicara
mengenai komunikasi berarti kita pun akan berbicara mengenai bahasa. Hal ini
dikarenakan komunikasi dan bahasa merupakan satu kesatuan yang tak dapat
dipisahkan (bersifat komplementer). Sejarah telah mencatat bahwa tak ada satu
bangsa pun yang tidak mempunyai bahasa sebagai alat komunikasi efektif dalam
proses sosial madaninya. Komunikasi efektif berarti bahwa maksud dan tujuan
yang terkandung dalam komunikasi disampaikan dengan cara sedemikian rupa
sehingga dapat dapat dimengerti sepenuhnya oleh penerima, harus ada suatu
ketetapan pikiran oleh kedua pihak[3].
A. Ragam Komunikasi
Dewasa
ini, banyak ragam komunikasi verbal ataupun nonverbal, lisan ataupun non lisan
yang sering digunakan dalam proses penyampaian informasi, baik itu informasi
yang bersifat formal maupun nonformal. Pengklasifikasian ragam komunikasi
tersebut. Di zaman globalisasi dan modernisasi ini, tidak menutup kemungkinan
perkembangan komunikasi akan berlangsung pesat dan signifikan ditopang oleh
perkembangan teknologi dewasa ini. Artinya, perkembangan komunikasi tidak akan
“stuck off” pada komunikasi sekarang, melainkan terus mengalami peningkatan dan
perkembangan. Ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan dimensi penting dalam
peradaban manusia. Dan terciptalah ragam komunikasi dalam proses penyampaian
ide, gagasan, ataupun informasi. Ragam komunikasi tersebut di antaranya :
a. Komunikasi Formal dan Informal
Dalam
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata formal disepadankan dengan sesuatu
yang bersifat resmi, sesuai dengan adat kebiasaan, dan sesuai dengan peraturan
yang sah. Sementara kata informal diartikan sebagai sesuatu yang tidak resmi.
Berbicara mengenai komunikasi formal dan informal, pemahaman kita tertuju pada
sebuah bentuk komunikasi yang terjalin dalam wadah sebuah organisasi. Maksudnya
ialah secara sistematis komunikasi tersebut berarti suatu proses penyampaian
informasi dari seorang leader kepada anggota-anggota organisasi sesuai dengan
jabatan mereka. Atau dengan kata laian komunikasi ini terjalin antaranggota
organisasi tersebut secara resmi.
b. Komunikasi Lisan dan Tulisan
Komunikasi
lisan (oral communication) dan komunikasi tulisan (written communication),
keduanya merupakan salah satu ragam komunikasi yang tengah berkembanga.
Keduanya juga merupakan bagian dari komunikasi verbal. Ragam komunikasi ini
berhubungan dengan media sebagai alat komunikasi, baik media elektronik (TV,
Radio) maupun media cetak (Koran, tabloid, Majalah).
Dalam
oral communication, menurut Alo Liliweri dijumpai adanya komunikasi
antarpribadi. Yaitu terjadinya peralihan pesan-pesan verbal dalam bentuk
kata-kata.
Adapun
mengenai written communication konteks yang diutamakan dalam komunikasi ini
menurut Wenning dan Wilkson ialah konteks semantik bahasa atau diksi (pemilihan
kata yang efektif), sehingga responden atau pembaca memahami maksud informasi
yang tersurat maupun tersirat dalam komunikasi ini. Mengenai keuntungan written
communication ialah dapat memberikan referensi-referensi yang resmi.
c. Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Verbal
berarti ‘melalui penggunaan kata-kata’ yaitu komunikasi yang terbentuk melalui
kata-kata yang akhirnya menghasilkan bahasa. Menurut Pitfield komunikasi verbal
dapat berupa kontak tatap muka, wawancara, konsultasi bersama, dan pidato.
Sedangkan nonverbal berarti ‘tanpa penggunaan kata-kata’, komunikasi ini
menyampaikan pesan nonverbal melalui body language (gerakan tubuh), mimik
wajah, simbol isyarat, dan perilaku yang lainnya.
d. Komunikasi Efisien dan efektif
Komunikasi
efisien berhubungan dengan pemanfaatan atau optimalisasi waktu dan biaya dalam
pertukaran informasi. Komunikasi dapat dikatakan efisien jika pesan yang
disampaikan melalui suatu saluran lebih murah dibandingkan melalui saluran
lain, tanpa mengurangi esensi atau inti dari informasi tersebut. Sedangkan
komunikasi efektif merupakan komunikasi yang mengandung pengiriman informasi
dari komunikator kepada komunikan secara cermat dan tepat, sehingga kedua pihak
memahami makna yang terkandung dalam informasi tersebut. Komunikasi efektif
tergantung pada penggunaan bahasa yang sesuai, kejelasan makna, dan media yang
digunakan.[4]
2.2 Pengertian Dakwah
Secara
terminology dakwah islam telah banyak didefinisikan oleh para ahli, Sayyid Qutb
memberi batasan dengan “mengajak”atau “menyeru”kepada orang lain umasuk kedalam
sabil Allah SWT. Bukan untuk mengikuti dai atau sekelompok orang.[5]
Tetapi mengingat bahwa proses memanggil dan menyeru tersebut juga merupakan
suatu proses penyampaian (Tabliqh) atau pesan-pesan tertentu, maka dikenal juga
istilah mubaligh yaitu orang yang berfungsi sebagai komunikator untuk
menyampaikan pesan kepada pihak komunikan.
Dengan demikian Sehingga
definisi dakwah dapat kita rumuskan sebagai berikut : “segala usaha dan kegiatan yang disengaja dan direncanakan dalam bentuk
wujud dari sikap, ucapan, dan perbuatanyang mengandung ajakan dan seruan
langsung ataupun tidak langsung ditujukan kepada perorangan atau masyarakat
bahkan golongan agar terpanggil hatinya kepada ajaran islam untuk dipelajari,
dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari”
2.3 Hubungan Komunikasi dan Dakwah
A.
Komunikasi bagian dari dakwah
Dakwah sebagai proses informasi nilai-nilai
keislaman membutuhkan apa yang dinamakan proses
pengkomunikasian. Kandungan ajaran islam yang didakwahkan merupakan sekumpulan pesan-pesan
yang dikomunikasikan kepada manusia. Disinilah berlaku pola proses dakwah
dengan proses komunikasi. Apalagi bahwa
ajaran-ajaran keagamaan tidak semuanya berupa bentuk keterangan yang gamblang.
Sebaliknya kebanyakan pesan keagamaan justru berupa lambang-lambang atau
simbol-simbol yang harus diuraikan dan
diinterpretasikan, agar dapat dipahami oleh manusia. Dakwah dalam kerangka proses komunkasi
inilah yang didalam berbagai istilah islam disebut sebagai tabligh, yang menjadi inti dari
komunikasi dakwah.tabligh sendiri diartikan sebagai proses penyampaian pesan
atau risalah keagamaan, melalui berbagai metode, bermacam media, sehingga
manusia yang menjadi sasarannya dapat menerima dan memahami pesan dari tabligh
tersebut, baik dalam bentuk feedback langsung (menolak atau menerima), atau
responsi perbuatan langsung.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian yang telah dipaparkan di atas dapat
disimpulkan bahwa pada hakikatnya komunikasi yang baik merupakan komunikasi
yang bisa memberikan kesan makna yang mendalam bagi para pendengarnya. Artinya,
pesan yang terkandung dalam komunikasi tersebut mudah untuk dicerna dan
disampaikan.
Dan tujuan Dakwah secara
luas adalah menegakkan ajaran islam kepada setiap insani sehingga ajran
tersebut mampu mendorong perbuatan yang sesuai dengan ajaran islam. Sedangkan
secara sederhana, tujuan komunikasi dakwah secara umum adalah mengubah perilaku
sasaran dakwah agar mau menerima ajaran islam dam mengamalkannya dalam tataran
pribadi ,kehidupan sehari-hari baik yang berkaitan dengan maslah pribadi,
keluraga maupun sosial kemasyarakatan agar terdapt kehidupan yang penuh
keberkahan serta memperoleh kebaikan didunia dan diakhirat serta terbebas dari
azab neraka.
DAFTAR PUSTAKA
Haji,Toto, Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta Gaya Media Pratama, ,1997)
Ilaih
Wahyu i, M.A, Komunikasi dakwah, Cet,1 (Bandung, PT Remaja Rosdakarya,
2010 )
Widjaja., Komunikasi dan hubungan masyarakt, Cet,2(Jakarta,
Bumi Aksara, 2008,)
http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
[1]
Prof. Drs. H.A.W. Widjaja, Komunikasi dan hubungan masyarakt,Cet,2(Jakarta,
Bumi Aksara, 2008,) 1
[3] http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
[4] http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
[5]
Wahyu Ilaihi, M.A, Komunikasi dakwah, Cet,1 (Bandung, PT Remaja
Rosdakarya, 2010 ),14
No comments:
Post a Comment