<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- fandywari_crosscol_AdSense1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-5060648429783245" data-ad-slot="7527793019" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Tuesday, 18 November 2014

makalah peran komunikasi dalam dakwah


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam bab uraian ini akan difokuskan tentang Peran Ilmu Komunikasi dalam Dakwah. Salah satu objek penting dalam kajian ‘Ulumul Dakwah adalah perbincangan mengenai Peran Ilmu Komunikasi dalam Dakwah. Komunikasi adalah sesuatu yang urgen dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, kedudukan komunikasi dalm islam mendapat tekanan yang cukup kuat bagi manusia sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk Tuhan.
Komunikasi dalam dakwah sangat diperlukan , disinilah kita mempunyai kemampuan untuk membangun suatu sikap atau tingkahlaku yang sesuai dengan misi atau pesan dakwah yang disampaikan. Keefektifan suatu bahasa sangatlah penting, apalagi dalam dunia dakwah. Karena hal ini akan mempermudahkomunikator atau mubaligh dalam menyampaikan pokok bahasan atau materi yang akan disampaikannya. Sehingga komunikan atau mustami tidak salah paham terhadap apa yang kita sampaikan dan mereka bisa memahami esensi dari dakwah itu sendiri. Hasilnya, ada kesesuaian pikiran antara penyampai atau komunikator dan komunikan sendiri (komunikasi yang dijalankan berlangsung sempurna).
Sebagimana firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 125 :
ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين
Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (bijaksana) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.








1.1 Rumusan Masalah
1. Pengertian Komunikasi ?
2. Pengertian Dakwah?
3. Hubungan Komunikasi dalam Dakwah ?


1.2 Tujuan
1. Untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah hasil pengkajian dengan Judul ”Peran Ilmu Komunikasi Dalam Dakwah”.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam rangka proses penyelesaian tugas yang dibebankan kepada mahasiswanya.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian komunikasi
            Komunikasi adalah hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok,dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Manusia sejak dilahirkan sudah berkomunikasi dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan adalah suatu tanda komunikasi[1].
            Sementara itu, untuk menjalin rasa kemanusiaan yang akrab diperlukan saling pengertian sesame anggota masyarkat. Dalam hal ini factor komunikasi memainkan peranan yang penting, apalagi bagi manusia modern. Manusia modern yang cara berfikirnya tidak spekulatif tetapi berdasarkan logika dan rasional dalam melaksanakan sehgala kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan aktivitasnya akan terselenggara dengan baik melalui proses komunikasi antar manusia. Komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia.
            Untuk mengetahui keberhasilan suatu komunikasi kita harus mengetahui dan menpelajari unsur –unsur apa saja yang terkandung dalam proses komunikasi . minimal unsur-unsur yang diperlukan dalam proses komunikasi adalah :
1. Sumber (Source)
2. Isi pesan (Message)
3. Tujuan (Destination
Sumber yang dimaksudkan disini adalah seseorang yanng mengambil inisiatif pertama untuk berkomunikasi sedang pesan (message) adalah idea-idea atau gagasan atau buah fikiran yang disampaikan oleh Sumber kepada orang lain dengan tujuan agar orang lain bertindak sama sesuai harapan yang dituangkan dalam pesan tersebut[2].


Berbicara mengenai komunikasi berarti kita pun akan berbicara mengenai bahasa. Hal ini dikarenakan komunikasi dan bahasa merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan (bersifat komplementer). Sejarah telah mencatat bahwa tak ada satu bangsa pun yang tidak mempunyai bahasa sebagai alat komunikasi efektif dalam proses sosial madaninya. Komunikasi efektif berarti bahwa maksud dan tujuan yang terkandung dalam komunikasi disampaikan dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dapat dimengerti sepenuhnya oleh penerima, harus ada suatu ketetapan pikiran oleh kedua pihak[3].
A. Ragam Komunikasi
Dewasa ini, banyak ragam komunikasi verbal ataupun nonverbal, lisan ataupun non lisan yang sering digunakan dalam proses penyampaian informasi, baik itu informasi yang bersifat formal maupun nonformal. Pengklasifikasian ragam komunikasi tersebut. Di zaman globalisasi dan modernisasi ini, tidak menutup kemungkinan perkembangan komunikasi akan berlangsung pesat dan signifikan ditopang oleh perkembangan teknologi dewasa ini. Artinya, perkembangan komunikasi tidak akan “stuck off” pada komunikasi sekarang, melainkan terus mengalami peningkatan dan perkembangan. Ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan dimensi penting dalam peradaban manusia. Dan terciptalah ragam komunikasi dalam proses penyampaian ide, gagasan, ataupun informasi. Ragam komunikasi tersebut di antaranya :
a. Komunikasi Formal dan Informal
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata formal disepadankan dengan sesuatu yang bersifat resmi, sesuai dengan adat kebiasaan, dan sesuai dengan peraturan yang sah. Sementara kata informal diartikan sebagai sesuatu yang tidak resmi. Berbicara mengenai komunikasi formal dan informal, pemahaman kita tertuju pada sebuah bentuk komunikasi yang terjalin dalam wadah sebuah organisasi. Maksudnya ialah secara sistematis komunikasi tersebut berarti suatu proses penyampaian informasi dari seorang leader kepada anggota-anggota organisasi sesuai dengan jabatan mereka. Atau dengan kata laian komunikasi ini terjalin antaranggota organisasi tersebut secara resmi.
b. Komunikasi Lisan dan Tulisan
Komunikasi lisan (oral communication) dan komunikasi tulisan (written communication), keduanya merupakan salah satu ragam komunikasi yang tengah berkembanga. Keduanya juga merupakan bagian dari komunikasi verbal. Ragam komunikasi ini berhubungan dengan media sebagai alat komunikasi, baik media elektronik (TV, Radio) maupun media cetak (Koran, tabloid, Majalah).
Dalam oral communication, menurut Alo Liliweri dijumpai adanya komunikasi antarpribadi. Yaitu terjadinya peralihan pesan-pesan verbal dalam bentuk kata-kata.
Adapun mengenai written communication konteks yang diutamakan dalam komunikasi ini menurut Wenning dan Wilkson ialah konteks semantik bahasa atau diksi (pemilihan kata yang efektif), sehingga responden atau pembaca memahami maksud informasi yang tersurat maupun tersirat dalam komunikasi ini. Mengenai keuntungan written communication ialah dapat memberikan referensi-referensi yang resmi.
c. Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Verbal berarti ‘melalui penggunaan kata-kata’ yaitu komunikasi yang terbentuk melalui kata-kata yang akhirnya menghasilkan bahasa. Menurut Pitfield komunikasi verbal dapat berupa kontak tatap muka, wawancara, konsultasi bersama, dan pidato. Sedangkan nonverbal berarti ‘tanpa penggunaan kata-kata’, komunikasi ini menyampaikan pesan  nonverbal melalui body language (gerakan tubuh), mimik wajah, simbol isyarat, dan perilaku yang lainnya.
d. Komunikasi Efisien dan efektif
Komunikasi efisien berhubungan dengan pemanfaatan atau optimalisasi waktu dan biaya dalam pertukaran informasi. Komunikasi dapat dikatakan efisien jika pesan yang disampaikan melalui suatu saluran lebih murah dibandingkan melalui saluran lain, tanpa mengurangi esensi atau inti dari informasi tersebut. Sedangkan komunikasi efektif merupakan komunikasi yang mengandung pengiriman informasi dari komunikator kepada komunikan secara cermat dan tepat, sehingga kedua pihak memahami makna yang terkandung dalam informasi tersebut. Komunikasi efektif tergantung pada penggunaan bahasa yang sesuai, kejelasan makna, dan media yang digunakan.[4]

2.2 Pengertian Dakwah
            Secara terminology dakwah islam telah banyak didefinisikan oleh para ahli, Sayyid Qutb memberi batasan dengan “mengajak”atau “menyeru”kepada orang lain umasuk kedalam sabil Allah SWT. Bukan untuk mengikuti dai atau sekelompok orang.[5]
            Tetapi mengingat bahwa proses memanggil dan menyeru tersebut juga merupakan suatu proses penyampaian (Tabliqh) atau pesan-pesan tertentu, maka dikenal juga istilah mubaligh yaitu orang yang berfungsi sebagai komunikator untuk menyampaikan pesan kepada pihak komunikan.
            Dengan demikian Sehingga definisi dakwah dapat kita rumuskan sebagai berikut : “segala usaha dan kegiatan yang disengaja dan direncanakan dalam bentuk wujud dari sikap, ucapan, dan perbuatanyang mengandung ajakan dan seruan langsung ataupun tidak langsung ditujukan kepada perorangan atau masyarakat bahkan golongan agar terpanggil hatinya kepada ajaran islam untuk dipelajari, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari”

2.3 Hubungan Komunikasi dan Dakwah
A. Komunikasi bagian dari dakwah
Dakwah sebagai proses informasi nilai-nilai keislaman membutuhkan apa yang dinamakan proses pengkomunikasian. Kandungan ajaran islam yang didakwahkan merupakan sekumpulan pesan-pesan yang dikomunikasikan kepada manusia. Disinilah berlaku pola proses dakwah dengan proses komunikasi. Apalagi bahwa ajaran-ajaran keagamaan tidak semuanya berupa bentuk keterangan yang gamblang. Sebaliknya kebanyakan pesan keagamaan justru berupa lambang-lambang atau simbol-simbol yang harus diuraikan dan diinterpretasikan, agar dapat dipahami oleh manusia. Dakwah dalam kerangka proses komunkasi inilah yang didalam berbagai istilah islam disebut sebagai tabligh, yang menjadi inti dari komunikasi dakwah.tabligh sendiri diartikan sebagai proses penyampaian pesan atau risalah keagamaan, melalui berbagai metode, bermacam media, sehingga manusia yang menjadi sasarannya dapat menerima dan memahami pesan dari tabligh tersebut, baik dalam bentuk feedback langsung (menolak atau menerima), atau responsi perbuatan langsung.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari uraian yang telah dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya komunikasi yang baik merupakan komunikasi yang bisa memberikan kesan makna yang mendalam bagi para pendengarnya. Artinya, pesan yang terkandung dalam komunikasi tersebut mudah untuk dicerna dan disampaikan.
Dan tujuan Dakwah secara luas adalah menegakkan ajaran islam kepada setiap insani sehingga ajran tersebut mampu mendorong perbuatan yang sesuai dengan ajaran islam. Sedangkan secara sederhana, tujuan komunikasi dakwah secara umum adalah mengubah perilaku sasaran dakwah agar mau menerima ajaran islam dam mengamalkannya dalam tataran pribadi ,kehidupan sehari-hari baik yang berkaitan dengan maslah pribadi, keluraga maupun sosial kemasyarakatan agar terdapt kehidupan yang penuh keberkahan serta memperoleh kebaikan didunia dan diakhirat serta terbebas dari azab neraka.








           


DAFTAR PUSTAKA
Haji,Toto, Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta Gaya Media Pratama, ,1997)
Ilaih Wahyu i, M.A, Komunikasi dakwah, Cet,1 (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2010 )
Widjaja., Komunikasi dan hubungan masyarakt, Cet,2(Jakarta, Bumi Aksara, 2008,)
http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/



[1] Prof. Drs. H.A.W. Widjaja, Komunikasi dan hubungan masyarakt,Cet,2(Jakarta, Bumi Aksara, 2008,) 1
[2] Tasmara,Toto,Haji, Komunikasi Dakwah, (Jakarta Gaya Media Pratama, ,1997)
[3] http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/

[4] http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
[5] Wahyu Ilaihi, M.A, Komunikasi dakwah, Cet,1 (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2010 ),14

No comments:

Post a Comment