<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- fandywari_crosscol_AdSense1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-5060648429783245" data-ad-slot="7527793019" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Thursday, 27 November 2014

BENAR KARENA SALAH

jangan takut salah kalau ingin benar
jangan merasa benar kalau takut salah.
berani mencoba dan mencoba 
jika gagal satu kali coba dua kali lagi 
gagal dua kali coba tiga kali
hadapi semua dengan HHN [ hadapi, hayati,dan nikmati,]
satu kesulitan dua kemudahan
semoga kita semua menjadi manusia yang terus berusaha untuk mencapai apa yang kita harapkan...........

LANDASAN KURIKULUM DENGAN AGAMA, FILOSOFIS, PSIKOLOGIS

BAB I
PENDAHULUAN
       A.    Latar Belakang
Sekarang ini, pentingnya peran dan fungsi kurikulum memangsudah sangat disadari dalam sistem pendidikan nasional. Ini dikarenakan kurikulum adalah hal yang sangat berpengaruh dalam merealisasikan program pendidikan, baik formal mupun non formal, sehingga gambaran sistem pendidikan dapat terlihat jelas dalam kurikulum tersebut.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, dan perkembangan masyarakat, serta kemajuan ilmu pengetahuandan teknologi, dunia pendidikan dituntut melakukan inovasi-inovasi, termasuk pula didalamnya kurikulum. Kurikulum senanatiasa berkembang menuntut perubahan yang terjadi di masyarakat.

Pengembangan sesuatu haruslah mempunyai dasar, begitu pula dengan pengembangan kurikulum. Jika sesuatu tanpa dasar yang tepat dan kuat, maka sesuatu tersebut akan cepat roboh. Ada beberapa segi yang mendasari dalam pengembangan kurikulum, diantaranya agama, filosofis, dan psikologis. Segi-segi tersebut mempunyai peran vital didalam pengembangan kurikulum.
     
 B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diambil dia rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana landasan pengembangan kurikulum dari segi agama?
2.      Bagaimana landasan pengembangan kurikulum dari segi filosofis?
3.      Bagaimana landasan pengembangan kurikulum dari segi psikologis

   C.     Tujuan
Dari rumusan masalah tersebut, penyusun bertujuan untuk:
1.      Mengetahui landasan pengembangan kurikulum dari segi agama.
2.      Mengetahui landasan pengembangan kurikulum dari segi filosofis.
3.      Mengetahui landasan pengembangan kurikulum dari segi psikologis.



BAB II
PEMBAHASAN

      A.    Landasan Pengembangan Kurikulum Dari Segi Agama
Agama tidak bisa lepas dari dunia pendidikan termasuk pula di dalamnya, yaitu kurikulum. Agama erat kaitannya dengan keadaan masyarakat yang mempercayainya. Karena kepercayaan masyarakat tersebut, masyarakat memasukkan nilai-nilai agama didalam segala kehidupan dunia mereka, tanpa terkecuali dalam mengembangkan kurikulum.[1][1] Kurikulum akan semakin populer bila landasan dari segi agamanya sama dengan mayoritas pemeluk agama di daerah dimana sekolah tersebut berada. Oleh karena itu banyak lembaga pendidikan yang menjadikan agama sebagai pusat dari pengembangan kurikulumnya.
Dari landasan ini lahirlah lembaga pendidikan yang berdasar agama, seperti pondok pesantren, madrasah-madrasah, sekolah tinggi islam, sekolah dasar islam, sekolah dasar kristen, atau sekolah tinggi kristen.

B.    Landasan Filosofis
Pendidikan berintikan interaksi antar manusia, terutama antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta bagaimana interaksi tersebut berlangsung. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan, siapa pendidik dan peserta didik, apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut, merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yag mendasar, yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis.
Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti “cinta akan kebijaksanaan” (love of wisdom). Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak, ia harus tahu atau berpengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir, yaitu berfikir secara sistematis, logis, dan mendalam. Pemikiran demikian dalam berfilsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal, atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia, berusaha melihat segala yang ada ini sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. Sering dikatakan dan sudah menjadi terkenal dalam dunia keilmuan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu, pada hakikatnya filsafat jugalah yang menentukan tujuan umum pendidikan.
Berdasarkan luas lingkup yng menjadi objek kajiannya, filsafat dapat dibagi dalam dua cabang besar, yaitu filsafat umum atau filsafat murni dan filsafat khusus atau terapan, sedangkan filsafat umum juga terbagi menjadi tiga bagian lagi yaitu :
      Metafisika, membahas hakikat kenyataan atau realitas yang meliputi metafisika umum atau ontology, dan metafisika khusus yang meliputi kosmologi (hakikat alam semesta), teologi (hakikat ketuhanan) dan antropologi filsafat (hakikat manusia).
      Epistemologi dan logika, membahas hakikat pengetahuan (sumber pengetahuan, metode mencari pengetahuan, kesahihan pengetahuan, dan batas-batas pengetahuan) dan hakikat penalaran (deduktif dan induktif).
      Aksiologi, membahas hakikat nilai dengan cabang-cabangnya etika (hakikat kebaikan), dan estetika (hakikat keindahan).
Adapun cabang – cabang filsafat khusus atau terapan, pembagiannya didasarkan pada kekhususan objeknya antara lain : filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat ilmu, filsafat religi, filsafat moral, dan filsafat pendidikan. 
Kurikulum pada hakikatnya adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Karena tujuan pendidikan sangat dipengaruhi oleh filsafat atau pandangan hidup sutu bangsa, maka kurikulum yang dikembangkan juga harus mencerminkan falsafah atau pandangan hidup yang dianut oleh bangsa tersebut. Oleh karena itu, terdapat hubungan yang sangat erat antara kurikulum pendidikan di suatu Negara dengan filasafat Negara yang dianutnya. Sebagai contoh, pada waktu Indonesia dijajah oleh Belanda, maka kurikulum yang dianut pada masa itu sangat berorientasi pada kepentingan politik Belanda. Demikian pula pada saat Negara kita dijajah oleh Jepang, maka kurikulum yang dianutnya juga berorientasi kepada kepentingan dan sistem nilai yang dianut oleh Jepang tersebut. Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 agustus 1945, Indonesia menggunakan pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup bermasyarakat, berbangsa dn bernegara, maka kurikulum pendidikan pun disesuaikan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri. Perumusan tujuan pendidikan, penyususnan program pendidikan, pemilihan dan penggunaan pendekatan atau strategi pendidikan, peranan yang harus dilakukan pendidik/peserta didik juga harus sesuai dengan falsafah bangsa ini yaitu pancasila.
B.     Landasan Psikologis
Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang-orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya seperti binatang, benda dan tumbuhan karena salah satunya yaitu kondisi psikologis yang dimilikinya. Benda dan tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Sedangkan binatang tidak memiliki taraf psikologis yang lebih tinggi dibanding manusia yang juga memiliki akal sebagai titik pembeda di antara keduanya.
Kondisi psikologis merupakan “karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu, yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksi dengan lingkungan”. Perilaku-perilakunya merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, prilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Atas dasar itu terdapat dua cabang psikologi yang sangat penting diperhatikan dan besar kaitannya  dalam pengembangan kurikulum, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar.




BAB III
PENUTUP

       A.    Kesimpulan
 Diantara landasan mengenai perkembangan kurikulum di antaranya ,agama,filosofis,dan psikologis.
Keurgensiannya agama menjadi landasan pengembangan kurikulum dikarenakan pendidikan mengikuti nilai-nilai yang masyarakat anut dan percayai didalam agama yang masyarakat anut.
Filosofis dijadikan sebagai landasan pengembangan kurikulum karena didalam mengembangkankurikulum dibutuhkan pandangan serta tujuan yang tepat yang ingin dicapai dengan kurikulum tersebut. Falsafah yang sering mempengaruhi perkembangan kurikulum, yaitu falsafah bangsa, falsafah lembaga pendidikan.
Psikologis dimasukkan kedalam landasan perkembangan kurikulum dikarenakan perlu mendalaminya kejiwaan dan karakter anak didik agar kurikulum tersebut tepat dalam memberikan materi yang diajarkan, kemampuan yang diberikan, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.

 DAFATAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar.Dasar –Dasar pengembangan kurikulum.PT. Remaja Rosda Karya,Bandung.2011
Abdullah, Idi, Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Ar-ruzz Media, Jogjakarta. 2011
http://ins-think.blogspot.com/2012/03/landasan-pengembangan-kurikulum.html








[1][1]http://ins-think.blogspot.com/2012/03/landasan-pengembangan-kurikulum.html

Surat untuk Presiden baru

Pemilihan pilpres diindonesia yang berlangsung pada bulan Agustus lalu dan Bapak jokowidodo dengan sebutan JK kini telah terpilih untuk menjadi presiden baru untuk negri kita Indonesia tecinta preode 2014 s/d 2018 banyak yang kita harapkan bagi presiden baru kita yaitu bagaimana beliau mampu membawa Indonesia untuk lebih maju seperti yang kita inginkan , telah kita ketahui bersama sejak kepemimpinan presiden pertama bagaiman negri kita , harapan saya sederhana namun mempunyai  harapan yang sangat besar Indonesia saat ini hampir menjadi Negara yang mengekor atas Negara Negara lain dengan kekayaan alamnya Indonesia mampu di perhitungkan di dunia , Indonesia termasuk masyarakat yang mayoritas muslim terbesar ,namun juga masuk kategori Negara korup , dengan kekayaan alam , terus Negara bermayoritas muslim terbesar namun kenapa masih tetap terlahir para korup korup bangsa dan tidak mampu memanfaatkan semua yang ada kenapa masih tergantung terhadap Negara asing yang sudah jelas–jelas mereka mau mengusai negri kita tapi tetap tetap saja tidak sadar. Saya mengarap kepada presiden untuk lebih prihatin terhadap keadaan negri kita , tegas dalam meghukum para koruptur negri dan betul mengabdikan betul untuk Indonesia  tidak hanya topeng belaka yang pandai mengumbar janji bukan itu yang kami harapkan dan mewujudkan Indonesia yang merdeka, 

BBM NAIK

BBM NAIK ,APA JAMINANNYA?
Di tengah penyusunan kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014. Dengan begitu, harga baru BBM berlaku mulai 1 November   ( WWW.KOMPAS.COM )
Berita ini sungguh mengejutkan, setelah pelantikan jokowi dan wakilnya jusuf kalla yang baru baru ini, langsung memberikan kabar tidak sedap bagi masyarakat umum, terutama bagi masyarakat menengah kebawah. Seprti yang dilansir oleh kompas.com,bahwa hal tersebut menjadi "kado" pahit dari pemerintah baru pimpinan Jokowi-Kalla. Sumber Kontan yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, Jokowi-JK akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter. "Ini seperti rencana semula, naik Rp 3.000 per liter," ujar sumber tersebut, Kamis (23/10/2014). Lantas apakah yang akan dijaminkan bagi masyarakat  miskin?
            Seiring dengan kenaikan harga BBM,pemerintah akan menyalurkan bantuan bagi setiap masyarakat miskin, ada sekitar 20 juta keluarga miskin yang akan menerima "guyuran" dana dari pemerintah.namun berapa lamakah pemerintah akan membantunya. Apakah terus meneru atau sampai perekonomian membaik ataukah hanya jaminan semata yang berahir dengan sekejap.
             Berkaca. pada masa itu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan langsung sementara sebesar Rp 150.000 per bulan per rumah tangga miskin. Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter yang hanya berjalan empat bulan saja kepada 15,5 juta orang. Melihat jumlah penduduk miskin yang mengalami kenaikan dengan tahun lalu, sedangkan pemerintah harus menyediakan dana bantuan sosial Rp 9,3 triliun. Padahal, APBN-P 2014 cuma mengalokasikan dana Rp 5 triliun untuk cadangan sebagai antisipasi kenaikan BBM..
            Atas keputusan tersebut Jokowi sangat menyadari, tugas berat yang bakal dipikul pemerintahannya adalah subsidi yang sangat besar, terutama untuk bahan bakar minyak (BBM). Itu sebabnya, dia siap mengerek harga BBM bersubsidi. Ia menyatakan juga untuk siap untuk dinilai tak populis di mata rakyat lantaran menaikkan harga BBM demi menyehatkan fiskal negara. "Saya siap mengambil pahitnya, mau kotor-kotoran, dan tidak populer sekarang, asalkan selanjutnya Indonesia menjadi lebih baik," ujar Jokowi kepada KONTAN dalam wawancara (Rabu 3 September 2014).
   rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), patut kita renungkan apa kiranya yang akan terjadi atas perekonomian diIndonesia – lebih baik atau malah sebaliknya  melihat anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah begitu besar. Hal ini menjadi permasalahan serius sehingga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) malah akan mempersulit kelajuan perekonomian Indonesia.

Pesohor gelap hidupnya

PESOHOR BUTA HIDUPNYA
                Komidian yang kerap kita liat di layar kaca, Pelawak Kabul Basuki, 66, atau akrab disapa Tessy ditangkap Direktorat Narkotika Polri di Kampung Rawa Bugel, Bekasi Utara, Jawa Barat, Kamis (23/10/2014). Sebelum tertangkap, Tessy sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan minum cairan pembersih lantai.
            Tessy salah satu toko srimulat diantara temenya Doyok dan Kadir, tak diduga menggunakan barang terlarang. Tertangkapnya Tessy rupanya belum mengakhiri sepak terjang para seniman di Indonesia yang masih terjerumus kelamnya dunia narkotika dan obat-obatan terlarang. Sebab, masih para banyak pesohor lain yang dinilai dekat dengan barang haram tersebut.
            Seperti Artis muda Rafi Ahmad  pernah terjangkit kasus yang sama, mengkonsumsi obat-obat terlarang. Serta  masih banyak pesohor-pesohor lain yang mudah  terjerumus atas barang haram tersebut , dipandang dari kehidupan mereka hidup yang bebas serta lingkungan yang tidak baik dan kurangnya control diri . ini menyebabkan mereka untuk mencari kepuasan hidup sehinnga kerap sekali para pesohor maupun artis yang terjangkit hal-hal yang diluar kendali.
            Tertangkapnya tessy oleh aparat kepolisian dan usahanya untuk bunuh diri , dengan meminum pembersih lantai kondisinya pada saat ini masih belum bugar seperti biasanya .
Apa yang dilakukan Tessy ini sungguh keluar dari ajaran islam dengan mengkonsumsi barang terlarang dan usaha bunuh diri, hidupnya buta tidak lagi bergairah, masa depannya keliatan suram, tidak bercahaya. Batinnya kosong dari cahaya iman dan berganti dengan kegelapan yang menakutkan.sehingga berusaha bunuh diri.
 dalam sebuah hadits (Shahih Muslim) Dari Syaiban ra., katanya dia mendengar Hasan ra, bercerita : “Masa dulu, ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit, ditusuknya bisulnya itu dengan anak panah, menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal. Lalu Tuhanmu berfirman : Aku haramkan baginya surga.” (Karena dia sengaja bunuh diri)

Sungguh dilarang dalam islam untuk mengahiri hidupnya dengan jalan bunuh diri karena hal tersebut adalah jaran terburuk pada setiap diri manusia,  yang mampu berfikir luas  tidak bisa bersabar atas semua masalah, dan tidak  menyerahkan permasalah pada Allah SWT. 

Tuesday, 18 November 2014

makalah peran komunikasi dalam dakwah


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam bab uraian ini akan difokuskan tentang Peran Ilmu Komunikasi dalam Dakwah. Salah satu objek penting dalam kajian ‘Ulumul Dakwah adalah perbincangan mengenai Peran Ilmu Komunikasi dalam Dakwah. Komunikasi adalah sesuatu yang urgen dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, kedudukan komunikasi dalm islam mendapat tekanan yang cukup kuat bagi manusia sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk Tuhan.
Komunikasi dalam dakwah sangat diperlukan , disinilah kita mempunyai kemampuan untuk membangun suatu sikap atau tingkahlaku yang sesuai dengan misi atau pesan dakwah yang disampaikan. Keefektifan suatu bahasa sangatlah penting, apalagi dalam dunia dakwah. Karena hal ini akan mempermudahkomunikator atau mubaligh dalam menyampaikan pokok bahasan atau materi yang akan disampaikannya. Sehingga komunikan atau mustami tidak salah paham terhadap apa yang kita sampaikan dan mereka bisa memahami esensi dari dakwah itu sendiri. Hasilnya, ada kesesuaian pikiran antara penyampai atau komunikator dan komunikan sendiri (komunikasi yang dijalankan berlangsung sempurna).
Sebagimana firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 125 :
ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين
Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (bijaksana) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.








1.1 Rumusan Masalah
1. Pengertian Komunikasi ?
2. Pengertian Dakwah?
3. Hubungan Komunikasi dalam Dakwah ?


1.2 Tujuan
1. Untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah hasil pengkajian dengan Judul ”Peran Ilmu Komunikasi Dalam Dakwah”.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam rangka proses penyelesaian tugas yang dibebankan kepada mahasiswanya.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian komunikasi
            Komunikasi adalah hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok,dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Manusia sejak dilahirkan sudah berkomunikasi dengan lingkungannya. Gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan adalah suatu tanda komunikasi[1].
            Sementara itu, untuk menjalin rasa kemanusiaan yang akrab diperlukan saling pengertian sesame anggota masyarkat. Dalam hal ini factor komunikasi memainkan peranan yang penting, apalagi bagi manusia modern. Manusia modern yang cara berfikirnya tidak spekulatif tetapi berdasarkan logika dan rasional dalam melaksanakan sehgala kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan aktivitasnya akan terselenggara dengan baik melalui proses komunikasi antar manusia. Komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia.
            Untuk mengetahui keberhasilan suatu komunikasi kita harus mengetahui dan menpelajari unsur –unsur apa saja yang terkandung dalam proses komunikasi . minimal unsur-unsur yang diperlukan dalam proses komunikasi adalah :
1. Sumber (Source)
2. Isi pesan (Message)
3. Tujuan (Destination
Sumber yang dimaksudkan disini adalah seseorang yanng mengambil inisiatif pertama untuk berkomunikasi sedang pesan (message) adalah idea-idea atau gagasan atau buah fikiran yang disampaikan oleh Sumber kepada orang lain dengan tujuan agar orang lain bertindak sama sesuai harapan yang dituangkan dalam pesan tersebut[2].


Berbicara mengenai komunikasi berarti kita pun akan berbicara mengenai bahasa. Hal ini dikarenakan komunikasi dan bahasa merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan (bersifat komplementer). Sejarah telah mencatat bahwa tak ada satu bangsa pun yang tidak mempunyai bahasa sebagai alat komunikasi efektif dalam proses sosial madaninya. Komunikasi efektif berarti bahwa maksud dan tujuan yang terkandung dalam komunikasi disampaikan dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dapat dimengerti sepenuhnya oleh penerima, harus ada suatu ketetapan pikiran oleh kedua pihak[3].
A. Ragam Komunikasi
Dewasa ini, banyak ragam komunikasi verbal ataupun nonverbal, lisan ataupun non lisan yang sering digunakan dalam proses penyampaian informasi, baik itu informasi yang bersifat formal maupun nonformal. Pengklasifikasian ragam komunikasi tersebut. Di zaman globalisasi dan modernisasi ini, tidak menutup kemungkinan perkembangan komunikasi akan berlangsung pesat dan signifikan ditopang oleh perkembangan teknologi dewasa ini. Artinya, perkembangan komunikasi tidak akan “stuck off” pada komunikasi sekarang, melainkan terus mengalami peningkatan dan perkembangan. Ini menunjukkan bahwa komunikasi merupakan dimensi penting dalam peradaban manusia. Dan terciptalah ragam komunikasi dalam proses penyampaian ide, gagasan, ataupun informasi. Ragam komunikasi tersebut di antaranya :
a. Komunikasi Formal dan Informal
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata formal disepadankan dengan sesuatu yang bersifat resmi, sesuai dengan adat kebiasaan, dan sesuai dengan peraturan yang sah. Sementara kata informal diartikan sebagai sesuatu yang tidak resmi. Berbicara mengenai komunikasi formal dan informal, pemahaman kita tertuju pada sebuah bentuk komunikasi yang terjalin dalam wadah sebuah organisasi. Maksudnya ialah secara sistematis komunikasi tersebut berarti suatu proses penyampaian informasi dari seorang leader kepada anggota-anggota organisasi sesuai dengan jabatan mereka. Atau dengan kata laian komunikasi ini terjalin antaranggota organisasi tersebut secara resmi.
b. Komunikasi Lisan dan Tulisan
Komunikasi lisan (oral communication) dan komunikasi tulisan (written communication), keduanya merupakan salah satu ragam komunikasi yang tengah berkembanga. Keduanya juga merupakan bagian dari komunikasi verbal. Ragam komunikasi ini berhubungan dengan media sebagai alat komunikasi, baik media elektronik (TV, Radio) maupun media cetak (Koran, tabloid, Majalah).
Dalam oral communication, menurut Alo Liliweri dijumpai adanya komunikasi antarpribadi. Yaitu terjadinya peralihan pesan-pesan verbal dalam bentuk kata-kata.
Adapun mengenai written communication konteks yang diutamakan dalam komunikasi ini menurut Wenning dan Wilkson ialah konteks semantik bahasa atau diksi (pemilihan kata yang efektif), sehingga responden atau pembaca memahami maksud informasi yang tersurat maupun tersirat dalam komunikasi ini. Mengenai keuntungan written communication ialah dapat memberikan referensi-referensi yang resmi.
c. Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Verbal berarti ‘melalui penggunaan kata-kata’ yaitu komunikasi yang terbentuk melalui kata-kata yang akhirnya menghasilkan bahasa. Menurut Pitfield komunikasi verbal dapat berupa kontak tatap muka, wawancara, konsultasi bersama, dan pidato. Sedangkan nonverbal berarti ‘tanpa penggunaan kata-kata’, komunikasi ini menyampaikan pesan  nonverbal melalui body language (gerakan tubuh), mimik wajah, simbol isyarat, dan perilaku yang lainnya.
d. Komunikasi Efisien dan efektif
Komunikasi efisien berhubungan dengan pemanfaatan atau optimalisasi waktu dan biaya dalam pertukaran informasi. Komunikasi dapat dikatakan efisien jika pesan yang disampaikan melalui suatu saluran lebih murah dibandingkan melalui saluran lain, tanpa mengurangi esensi atau inti dari informasi tersebut. Sedangkan komunikasi efektif merupakan komunikasi yang mengandung pengiriman informasi dari komunikator kepada komunikan secara cermat dan tepat, sehingga kedua pihak memahami makna yang terkandung dalam informasi tersebut. Komunikasi efektif tergantung pada penggunaan bahasa yang sesuai, kejelasan makna, dan media yang digunakan.[4]

2.2 Pengertian Dakwah
            Secara terminology dakwah islam telah banyak didefinisikan oleh para ahli, Sayyid Qutb memberi batasan dengan “mengajak”atau “menyeru”kepada orang lain umasuk kedalam sabil Allah SWT. Bukan untuk mengikuti dai atau sekelompok orang.[5]
            Tetapi mengingat bahwa proses memanggil dan menyeru tersebut juga merupakan suatu proses penyampaian (Tabliqh) atau pesan-pesan tertentu, maka dikenal juga istilah mubaligh yaitu orang yang berfungsi sebagai komunikator untuk menyampaikan pesan kepada pihak komunikan.
            Dengan demikian Sehingga definisi dakwah dapat kita rumuskan sebagai berikut : “segala usaha dan kegiatan yang disengaja dan direncanakan dalam bentuk wujud dari sikap, ucapan, dan perbuatanyang mengandung ajakan dan seruan langsung ataupun tidak langsung ditujukan kepada perorangan atau masyarakat bahkan golongan agar terpanggil hatinya kepada ajaran islam untuk dipelajari, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari”

2.3 Hubungan Komunikasi dan Dakwah
A. Komunikasi bagian dari dakwah
Dakwah sebagai proses informasi nilai-nilai keislaman membutuhkan apa yang dinamakan proses pengkomunikasian. Kandungan ajaran islam yang didakwahkan merupakan sekumpulan pesan-pesan yang dikomunikasikan kepada manusia. Disinilah berlaku pola proses dakwah dengan proses komunikasi. Apalagi bahwa ajaran-ajaran keagamaan tidak semuanya berupa bentuk keterangan yang gamblang. Sebaliknya kebanyakan pesan keagamaan justru berupa lambang-lambang atau simbol-simbol yang harus diuraikan dan diinterpretasikan, agar dapat dipahami oleh manusia. Dakwah dalam kerangka proses komunkasi inilah yang didalam berbagai istilah islam disebut sebagai tabligh, yang menjadi inti dari komunikasi dakwah.tabligh sendiri diartikan sebagai proses penyampaian pesan atau risalah keagamaan, melalui berbagai metode, bermacam media, sehingga manusia yang menjadi sasarannya dapat menerima dan memahami pesan dari tabligh tersebut, baik dalam bentuk feedback langsung (menolak atau menerima), atau responsi perbuatan langsung.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari uraian yang telah dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya komunikasi yang baik merupakan komunikasi yang bisa memberikan kesan makna yang mendalam bagi para pendengarnya. Artinya, pesan yang terkandung dalam komunikasi tersebut mudah untuk dicerna dan disampaikan.
Dan tujuan Dakwah secara luas adalah menegakkan ajaran islam kepada setiap insani sehingga ajran tersebut mampu mendorong perbuatan yang sesuai dengan ajaran islam. Sedangkan secara sederhana, tujuan komunikasi dakwah secara umum adalah mengubah perilaku sasaran dakwah agar mau menerima ajaran islam dam mengamalkannya dalam tataran pribadi ,kehidupan sehari-hari baik yang berkaitan dengan maslah pribadi, keluraga maupun sosial kemasyarakatan agar terdapt kehidupan yang penuh keberkahan serta memperoleh kebaikan didunia dan diakhirat serta terbebas dari azab neraka.








           


DAFTAR PUSTAKA
Haji,Toto, Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta Gaya Media Pratama, ,1997)
Ilaih Wahyu i, M.A, Komunikasi dakwah, Cet,1 (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2010 )
Widjaja., Komunikasi dan hubungan masyarakt, Cet,2(Jakarta, Bumi Aksara, 2008,)
http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/



[1] Prof. Drs. H.A.W. Widjaja, Komunikasi dan hubungan masyarakt,Cet,2(Jakarta, Bumi Aksara, 2008,) 1
[2] Tasmara,Toto,Haji, Komunikasi Dakwah, (Jakarta Gaya Media Pratama, ,1997)
[3] http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/

[4] http://namestic.wordpress.com/fiqh-ibadah/ilmu-komunikasi/urgensi-komunikasi/
[5] Wahyu Ilaihi, M.A, Komunikasi dakwah, Cet,1 (Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2010 ),14