BBM NAIK
,APA JAMINANNYA?
Di
tengah penyusunan kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden
Jusuf Kalla (JK) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)
bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014. Dengan begitu, harga baru BBM berlaku
mulai 1 November ( WWW.KOMPAS.COM )
Berita
ini sungguh mengejutkan, setelah pelantikan jokowi dan wakilnya jusuf kalla yang
baru baru ini, langsung memberikan kabar tidak sedap bagi masyarakat umum,
terutama bagi masyarakat menengah kebawah. Seprti yang dilansir oleh
kompas.com,bahwa hal tersebut menjadi "kado" pahit dari pemerintah
baru pimpinan Jokowi-Kalla. Sumber Kontan yang
mengetahui rencana tersebut mengatakan, Jokowi-JK akan menaikkan harga BBM
bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter. "Ini seperti rencana semula, naik
Rp 3.000 per liter," ujar sumber tersebut, Kamis (23/10/2014). Lantas
apakah yang akan dijaminkan bagi masyarakat
miskin?
Seiring
dengan kenaikan harga BBM,pemerintah akan menyalurkan bantuan bagi setiap
masyarakat miskin, ada sekitar 20 juta keluarga miskin yang akan menerima
"guyuran" dana dari pemerintah.namun berapa lamakah pemerintah akan
membantunya. Apakah terus meneru atau sampai perekonomian membaik ataukah hanya
jaminan semata yang berahir dengan sekejap.
Berkaca. pada masa itu, pemerintahan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan langsung sementara sebesar Rp
150.000 per bulan per rumah tangga miskin. Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp
2.000 per liter yang hanya berjalan empat bulan saja kepada 15,5 juta orang. Melihat
jumlah penduduk miskin yang mengalami kenaikan dengan tahun lalu, sedangkan
pemerintah harus menyediakan dana bantuan sosial Rp 9,3 triliun. Padahal,
APBN-P 2014 cuma mengalokasikan dana Rp 5 triliun untuk cadangan sebagai
antisipasi kenaikan BBM..
Atas keputusan
tersebut Jokowi sangat menyadari, tugas berat yang bakal dipikul
pemerintahannya adalah subsidi yang sangat besar, terutama untuk bahan bakar
minyak (BBM). Itu sebabnya, dia siap mengerek harga BBM bersubsidi. Ia
menyatakan juga untuk siap untuk dinilai tak populis di mata rakyat lantaran
menaikkan harga BBM demi menyehatkan fiskal negara. "Saya siap mengambil
pahitnya, mau kotor-kotoran, dan tidak populer sekarang, asalkan selanjutnya
Indonesia menjadi lebih baik," ujar Jokowi kepada KONTAN dalam wawancara (Rabu 3 September
2014).
rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), patut kita renungkan apa kiranya yang akan terjadi atas perekonomian diIndonesia – lebih baik atau malah sebaliknya melihat anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah begitu besar. Hal ini menjadi permasalahan serius sehingga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) malah akan mempersulit kelajuan perekonomian Indonesia.
rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), patut kita renungkan apa kiranya yang akan terjadi atas perekonomian diIndonesia – lebih baik atau malah sebaliknya melihat anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah begitu besar. Hal ini menjadi permasalahan serius sehingga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) malah akan mempersulit kelajuan perekonomian Indonesia.
No comments:
Post a Comment