<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- fandywari_crosscol_AdSense1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-5060648429783245" data-ad-slot="7527793019" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Thursday, 27 November 2014

BBM NAIK

BBM NAIK ,APA JAMINANNYA?
Di tengah penyusunan kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014. Dengan begitu, harga baru BBM berlaku mulai 1 November   ( WWW.KOMPAS.COM )
Berita ini sungguh mengejutkan, setelah pelantikan jokowi dan wakilnya jusuf kalla yang baru baru ini, langsung memberikan kabar tidak sedap bagi masyarakat umum, terutama bagi masyarakat menengah kebawah. Seprti yang dilansir oleh kompas.com,bahwa hal tersebut menjadi "kado" pahit dari pemerintah baru pimpinan Jokowi-Kalla. Sumber Kontan yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, Jokowi-JK akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter. "Ini seperti rencana semula, naik Rp 3.000 per liter," ujar sumber tersebut, Kamis (23/10/2014). Lantas apakah yang akan dijaminkan bagi masyarakat  miskin?
            Seiring dengan kenaikan harga BBM,pemerintah akan menyalurkan bantuan bagi setiap masyarakat miskin, ada sekitar 20 juta keluarga miskin yang akan menerima "guyuran" dana dari pemerintah.namun berapa lamakah pemerintah akan membantunya. Apakah terus meneru atau sampai perekonomian membaik ataukah hanya jaminan semata yang berahir dengan sekejap.
             Berkaca. pada masa itu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan langsung sementara sebesar Rp 150.000 per bulan per rumah tangga miskin. Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter yang hanya berjalan empat bulan saja kepada 15,5 juta orang. Melihat jumlah penduduk miskin yang mengalami kenaikan dengan tahun lalu, sedangkan pemerintah harus menyediakan dana bantuan sosial Rp 9,3 triliun. Padahal, APBN-P 2014 cuma mengalokasikan dana Rp 5 triliun untuk cadangan sebagai antisipasi kenaikan BBM..
            Atas keputusan tersebut Jokowi sangat menyadari, tugas berat yang bakal dipikul pemerintahannya adalah subsidi yang sangat besar, terutama untuk bahan bakar minyak (BBM). Itu sebabnya, dia siap mengerek harga BBM bersubsidi. Ia menyatakan juga untuk siap untuk dinilai tak populis di mata rakyat lantaran menaikkan harga BBM demi menyehatkan fiskal negara. "Saya siap mengambil pahitnya, mau kotor-kotoran, dan tidak populer sekarang, asalkan selanjutnya Indonesia menjadi lebih baik," ujar Jokowi kepada KONTAN dalam wawancara (Rabu 3 September 2014).
   rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), patut kita renungkan apa kiranya yang akan terjadi atas perekonomian diIndonesia – lebih baik atau malah sebaliknya  melihat anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah begitu besar. Hal ini menjadi permasalahan serius sehingga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) malah akan mempersulit kelajuan perekonomian Indonesia.

No comments:

Post a Comment