<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- fandywari_crosscol_AdSense1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-5060648429783245" data-ad-slot="7527793019" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Tuesday, 30 December 2014

PENDIDIKAN, LAHIRKAN GENERASI TERBAIK
           
            Indonesia membutuhkan para penerus yang prihatin atas negaranya sendiri, bukan malah menjadi tangis bangsa yang acuh atas derita rakyat. oleh karena itulah lembaga pendidikan harus memberika peluang besar atas Anak Bangsa yang tidak mampu mengenyam pendidikan dengan lanyak.
            Mari putar lagi memori kita menuju film “Laskar pelangi”, karya Andrea Hirata yang mengisahkan , Anak kampung yang punya semangat  tinggi untuk belajar. Dengan fasilitas yang sederhana dan pembelajaran ala kadarnya, namun mereka mampu menyaingi para siswa yang belajar di sekolah sekolah negeri. maka hal tersebut bukanlah menjadi suatu problem, baik dari kalangan bawah maupun kalanga atas dalam segi penanganan yang berbeda. Tetapi tergantung atas diri pribadi seseorang sebarapa besar kemauan dan giat dalam belar .
            sebuah contoh dari seorang pemimpin yaitu Muhammad Al-Fatih yang lahir pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah. Muhammad Al-fatih sejak kecil di didik oleh ayahnya Sultan Murad II . ayahnya memiliki perhatian yang besar  terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!
 pada akhirnya-Muhammad Al-fatih dengan strategi peragnya dan keilmuan yang tinggi,  akhirnya mampu meluluhlantahkan Konstantinopel pada gengamannya yang sebelumnya tak pernah runtuh.
Kisah ini bukanlah cerita fiksi yang tak jelas keasliannya , namun bagaimana kita mengambil ibrah atas kisah tersebut yang menjadi sejarah peradaban dunia. untuk diaplikasikan pada kepriadian kita. Bahwa betapa pentingnya suatu pendidikan yang mapan untuk menata kehidupan yang lebih baik tentunya.
Maka Kerjasama tersebut harus mampu memberikan solusi bagi pendidikan Indonesia , lewat pengelolahan dana pendidikan. semisal dengan wujud beasisiwa, dan jenis bantuan lainnya, bagi anak yang kurang mampu yang memiliki prestasi lebih agar mereka termotivasi untuk giat belajar,
Harapan!
Dengan berkembangya pendidikan di Indonesia yang lebih baik, maka bagaimana melahirkan bangsa yang lebih baik pula. Serta generasi-generasi yang intelektual,spiritual,dan nasionalis, bukan seoarang apatis yang tak diharapkan.

            

No comments:

Post a Comment